Sidoarjo, (bisnissurabaya.com)- Sebamyak 125 santriwati Ponpes Al Mubaroq Desa Kedungrejo Kec Jabon yang mengungsi selama sebulan sampai sekarang belum kembali ke pondok pesantrennya. Mereka ini mengungsi  di rumah H Suyanto pengelola Madrasah Diniyah Al Fatah Desa Keper Krembung, dan hingga sekarang masih belum bisa mendapat pendidikan yang layak.

Anggota Komisi III DPR RI H Rahmat Muhajirin dan istrinya Hj Mimik Idayana yang juga anggota Komisi D DPRD Sidoarjo menengok para santriwati tersebut, Sabtu (26/10). “Kami kaget mendapat kabar bahwa ratusan santriwati ini mengungsi sebulan lebih, mereka ingin kembali ke ponpes namun tidak bisa karena ijin operasi ponpes belum turun dari Kemenag,” ujar Rahmat Muhajirin, anggota DPR RI dari Komisi III.

Untuk itu, lanjut pria yang akrab disapa Abah Rahmat  pihaknya akan membantu nasib para santriwati ini agar bisa secepatnya kembali ke pondok pesantren guna melanjutkan pendidikan sesuai yang dicita-citakan. “”Kami akan mendesak Kemenag segera mengeluarkan izin atau rekom pada Ponpes Al Mubaroq atau Darul Mobaroq Desa Kedungrejo Jabon agar bisa beroperasi,” pintanya.

Menurut Abah Rahmat Muhajirin, nasib para santri yang menempuh pendidikan harus lebih diutamakan karena mereka merupakan generasi muda yang butuh pengembangan SDM untuk masa depan bangsa. “Saya mendengar bahwa pihak Ponpes sudah melakukan perbaikan dengan memilah tempat pendidikan untuk santriwati dan santri pria, dan H Abdul Rokhim selaku pengasuh ponpes sudah nonaktif dan digantikan putra-putrinya,” katanya.

Sementara Zakky Mubarok putra pengasuh Ponpes Al Mubarok, H. Abdul Rohim selaku perwakilan keluarga mengatakan, pihaknya sudah memisahkan lokasi santri wanita dan pria agar memudahkan mereka mendapat pelajaran dari pengasuh wanita. “Kami siap memulangkan para santri wanita yang mengungsi di Keper Krembung ke Ponpes Darul Mobaroq/Al Mubaroq, namun terkendala ijin dari Kemenag yang belum keluar hingga sekarang,” katanya.

Zakky menambahkan, kedatangan Rahmat Muhajirin anggota Komisi III DPR RI ke tempat pengungsian santriwati sangat memotivasi santri untuk kembali belajar ke ponpes dan apalagi membantu mengurus percepatan izin operasional ponpes.

Seperti diketahui sebelumnya ratusan warga Desa Kedungrejo, Kecamatan Jabon, berbondong-bondong dengan membawa poster, dan sound system mendatangi kantor balai desa setempat. Mereka menggelar aksi unjuk rasa, dengan meneriakan yel-yel menuntut ketegasan pemerintahan desa terkait adanya dugaan pencabulan oleh oknum pengasuh Pondok Pesantren Al-Mubaroq, berinisial H.Abdul Rokhim pada ke lima korban yang tak lain masih santrinya sendiri.

Kedatangan mereka di depan kantor balai desa, dengan di jaga ketat anggota Kepolisian Polresta Sidoarjo dan Polsek Jabon dan , Satpol PP . Warga berorasi menuntut segera melakukan penutupan pondok pesantren putri,yang dianggap tidak layak beroperasi. Selain itu pondok tersebut tidak mengatongi ijin, dari kantor depertamen Agama Sidoarjo. (rin)