Surabaya, (bisnissurabaya.com)- Start up siap menjadi skill up. Era milenial ini adalah era persiapan menghadapi revolusi industri 4.0, dimana pelaku usaha dituntut berperilaku cerdas dalam persaingan global. Penggunaan teknologi digital marketing merupakan salah satu piranti yang dibutuhkan dalam menghadapi persaingan global tersebut.

Perbedaan pelaku Usaha Mikri Kecil dan Menengah/UMKM dengan Start Up sebenarnya beda tipis.  Seperti teh manis dengan ice tea, atau kopi hitam dengan coffe latte. Karena keduanya berpikir out the box/ keluar dari bingkai. Bedanya start up selalu menggunakan teknologi digital marketing.

“Start up tanpa digital seperti penyanyi demam panggung. Tetapi start up yang produknya jelek sudah menggunakan digital marketing. Seperti, penyanyi fals yang memaksakan diri naik panggung,” kata Wakil Gubernur Jatim, Emil Dardak kepada bisnissurabaya.com disela-sela acara start up festival Grand City Surabaya, kamis (23/10).

Karena itu, mantan Bupati Trenggalek, minta agar aparat pemerintah terkait bisa bersinergi agar start up bisa berubah menjadi skill up agar siap menghadapi revolusi industri 4.0. Banyak start up yang sudah berhasil mengembangkan bisnisnya. Contoh Ruslan, dengan project idnya, berhasil membawa perusahaannya menjadi bisnis terkemuka dibidang penyediaan jasa layanan berbagai software yang dibutuhkan. Kemudian ada lagi milenial.center dan link.com.

“Mendirikan usaha zaman sekarang tidak perlu menyediakan kantor besar dan pegawai yang banyak. Cukup ada alamat surat, dan menggunakan teknologi serta aplikasi yang dibutuhkan,” jelas suami dari Arumi Bachsin ini. Selanjutnya, yang lebih dibutuhkan adalah sikap mental sebagai pengusaha yang tahan banting menghadapi segala situasi.

“Jadi pengusaha itu enak, tidak perlu kerja full time, cukup part time,” tambah pejabat berwajah tampan ini. Acara start up festival berlangsung mulai 24 – 27 Oktober, diikuti 32 peserta mulai dari lembaga pemerintah, kampus, pondok pesantren, dan lain -lain. ‘’Sebenarnya ide gagasan membuat acara ini sudah 5 tahun lalu. Tapi baru dilaksanakan sekarang ini dengan melibatkan kadin, dan lembaga terkait,’’ kata Ketua Panitia Ki Agus Firdaus. (nanang)