Surabaya, (bisnissurabaya.com)- Pendeta pengusaha, dan pengusaha pendeta. Nama laki-laki itu Dominggus Yoseph Risaputty, STh, dia seorang pendeta agama kristen di kampungnya, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku. Selain seorang pendeta, Dominggus adalah seorang pelaku Usaha Mikri Kecil dan Menengah (UMKM) yang sukses dan politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Namun, bukan itu yang membuat Dominggus menjadi terkenal. Tetapi, karena dia mampu membuat minuman herbal dan minyak oles yang diyakini dapat menyembuhkan berbagai penyakit berat. “Puji Tuhan herbal harum Maluku bisa mengobati penyakit ambien, kanker, diabetes melitus, hingga AIDS,” kata Owner Minyak Oles dan Minuman Herbal Harum Maluku, Dominggus Yoseph Risaputty kepada bisnissurabaya.com Kamis (23/10).

Awalnya, ketika dia memutuskan untuk bisnis. Bahkan, alumni Sekolah Tinggi Alkitab Surabaya (STAS) ini, mendapat berbagai tentangan, cemoohan, dari banyak orang. Mulai sesama pendeta, jemaat, hingga masyarakat. Namun, rasa tanggung jawab yang tinggi untuk memenuhi kebutuhan gereja dan jemaat tempat dia mengabdikan diri, maka dia memutuskan untuk terjun berbisnis di berbagai bidang. Mulai dari membuat produk herbal hingga membuka kafe.

“Cerita Yesus memberi makan 5.000 orang dengan lima roti dan dua ekor ikan, memberikan contoh kepada saya tetang tanggung jawab seorang pemimpin,” jelas pria kelahiran Piru Seram 23 Desember 1979 ini. Dengan dilandasi amanat agung sebagai murid Yesus sebagaimana dimaksud dalam Injil Matius 28, suami dari Pdt Debora Sandra Heumasse ini keliling ke berbagai tempat untuk menawarkan minyak oles dan minuman herbal kepada yang membutuhkan.

“Setelah banyak yang merasakan khasiat dan  manfaat produk saya, hampir semua jemaat menjadi resaler,” tambah  ayah dari Viljay Blessing Risaputty ini. Berbagai penolakan dan cemoohan dialami Dominggus dalam menjalankan bisnisnya. Namun, semua itu terbayar lunas saat dia menerima banyak pesanan dari berbagai tempat di Indonesia.

Setelah 12 tahun jatuh bangun menjalankan bisnisnya, usaha tersebut semakin berkembang. Dominggus kemudian mendirikan industri pembuatan air mineral yang diberi nama Rehobot. Di berbagai kesempatan, Dominggus selalu berusaha mengingatkan teman-temanya sesama pelaku UMKM agar selalu memperbaiki diri dan produknya, termasuk dengan memanfaaatkan teknologi, agar bisa bertahan di era revolusi industri 4.0.

Selain itu, dia ingin agar pelaku UMKM bersandar pada Tuhan dan tidak mengandalkan kekuatan sendiri, serta bisa bertindak profesional, termasuk bijak membayar pajak. “Apa yang menjadi hak Tuhan berikan pada Tuhan, apa yang menjadi hak pemerintah berikan juga,” begitulah Dominggus beramsal. (nanang)