Surabaya, (bisnissurabaya.com) –  Pencemaran nama baik PT Pelayaran Nasional Indonesia/Pelni dengan terdakwa Marita mendapat sorotan. Kasus ini mencuat setelah terdakwa Marita menggugah video ke media sosial hingga viral. Pada sidang kali ini, terdakwa Marita mengajukan pembelaan secara lisan atas tuntutan 2 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum/JPU atas kasus UU ITE lantaran dianggap melakukan pencemaran nama baik.

Dalam pembelaannya, wanita berparas cantik ini mengaku bingung dengan kasus hukum yang dialaminya. Ia menyebut, pembuatan video dan diunggah ke media sosial hingga viral tersebut tidak bermaksud mencemarkan nama baik PT Pelni. Melainkan, membersihkan PT Pelni dari korupsi yang diduga dilakukan perwira bintara akibat gaya hidup dari istri-istri pelaut.

“Saya bingung dengan perkara yang dituduhkan ke saya. Tidak ada tujuan saya untuk menjatuhkan nama baik PT Pelni,” kata Marita, saat mengajukan pembelaan di Pengadilan Negeri/PN Surabaya, Rabu (23/10). Ia menjelaskan, semua bukti-bukti terkait korupsi di PT Pelni tersebut, telah diserahkan dan dipaparkan ke KPK pada 2016 silam. Namun, hingga saat ini, Marita, tidak menerima kelanjutan kasus korupsi yang dilaporkannya.

“Memang saya mengetahui di Pelni banyak terjadi korupsi oleh perwira bintara di semua kapal sesuai dengan video saya. Dan sudah saya buktikan pemaparannya dan bukti itu sudah saya bawa ke KPK Tahun 2016  walau sampai sekarang tidak ada kelanjutannya,” tambahnya. Menurut Marita, video tersebut sengaja dibuat sebagai bentuk pembelaan diri atas tudingan skandal perselingkuhannya dengan Ketua Serikat Pekerja PT Pelni.

“Saya diisukan tidur dengan Ketua Serikat Pekerja PT Pelni. Tudingan itu sempat membuat rumah tangga saya tidak harmonis,” kilahnya. Selain Marita, tim penasehat hukumnya juga mengajukan pembelaan secara tertulis yang intinya minta agar kliennya dibebaskan dari jeratan hukum. Atas pembelaan tersebut, JPU Bunari, mengaku tidak mengajukan tanggapan atau replik secara lisan.

Pihak JPU Bunari, menyatakan tetap pada tuntutan demikian juga dengan Tim Penasehat Hukum, terdakwa Marita, Erda Susantyadji, juga tetap pada pembelaannya. Sidang perkara ini akan dilanjutkan satu pekan depan dengan agenda pembacaan putusan. (ton)