Surabaya,(bisnissurabaya.com) – Tri Rismaharini, tetap memilih mengurus kota Surabaya. Bahkan, Wali Kota wanita pertama Surabaya itu punya komitmen akan menyelesaikan tugas dan tanggung jawab sebagai di kota ini hingga akhir masa jabatannya.

Sebab, masih banyak pekerjaan dan permasalahan di Surabaya yang belum rampung dan harus diselesaikan.

Wali Kota Risma mengatakan, dirinya sempat beberapa kali mendapat tawaran dari petinggi partai agar menjadi pejabat di luar lingkup Pemerintah Kota/Pemkot Surabaya. Namun demikian, ia mengaku masih ingin menyelesaikan tanggung jawabnya sebagai Wali Kota Surabaya hingga akhir masa jabatannya.

“Saya terima kasih kepada yang support, tapi saya harus sampaikan kenapa harus jaga Kota Surabaya ini, meski ini tinggal setahun masa jabatan saya,” kata Risma saat ditemui di rumah dinas Jalan Sedap Malam, Rabu (23/10).

Menurut dia, masih ada tugas dan tanggung jawab yang harus diselesaikan di Kota Pahlawan ini. Karena itu, di akhir masa jabatannya, ia berkomitmen bakal menyelesaikan tugas dan tanggung jawab itu.

“Kalau terjadi apa-apa saat aku tinggalkan Surabaya, aku akan menyesal. Apalagi aku sudah berdarah-berdarah membangun Surabaya ini, apa yang saya lakukan itu nanti akan sia-sia,” ujar Wali Kota Risma.

Terlebih, kata dia, masih ada mimpi-mimpi yang belum  diwujudkan di Surabaya. Seperti, pembangunan cable car dan alun-alun Surabaya. Maka dari itu, ia memastikan, bakal terus menjalankan amanah dan menyelesaikan tanggung jawab sebagai Wali Kota Surabaya hingga akhir masa jabatan. “Makanya saya ingin selesaikan pekerjaan itu supaya kelar,” imbuh Risma.

Ia menyebut, bahwa jabatan adalah sebuah amanah dan tanggung jawab yang harus dijalankan. Sebab, jabatan itu nantinya juga bakal dipertanggung jawabkan di hadapan Tuhan. Karena itu, ia menegaskan bahwa tidak boleh sembarangan dalam mengemban sebuah jabatan. “Kalau Tuhan sudah memberikan amanah sebagai wali kota, aku pasti akan terus jalankan amanah itu,” tegasnya.

Kendati demikian, wali kota perempuan ini berharap, di akhir masa jabatannya bisa menghantarkan anak-anak Surabaya menghadapi persaingan global ke depan. Disamping itu, ia ingin memberikan yang terbaik untuk kemajuan Kota Surabaya agar bisa terus sejajar dengan kota-kota besar di dunia. “Tapi apapun itu, pasti aku akan berikan yang terbaik, buat kota ini dan negara ini,” pungkasnya. (ton)