Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Komitmen penuh Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) dalam menerapkan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dibuktikan dengan diraihnya penghargaan  Prediket Baik Sekali untuk kategori universitas dari Kemenristekdikti pada  10 Agustus 2018 lalu. Tujuan penjaminan mutu adalah memelihara dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi secara berkelanjutan, yang dijalankan secara internal untuk mewujudkan visi dan misi PT, serta untuk memenuhi kebutuhan stakeholders melalui penyelenggaraan tridharma perguruan tinggi.

“Tahun ini komitmen untuk implementasi SPMI diwujud nyatakan melalui peningkatan kualitas dari semua aspek layanan, dalam rangka menumbuhkembangkan budaya mutu dengan senantiasa meningkatkan mutu lulusan yang reflektif, kreatif, dan berdampak positif bagi peningkatan kehidupan sesama, serta menghidupi nilai-nilai Pancasila dan nilai-nilai keutamaan UKWMS yaitu Peduli, Komit, Antusias (PeKA),” jelas Drs. Kuncoro Foe, G.Dip.Sc., Ph.D., Apt., Rektor UKWMS

 

Rektor UKWMS, Drs. Kuncoro Foe, G.Dip.Sc., Ph.D., Apt.,Ketum Yayasan Widya Mandala Surabaya Prof. Dr. Ec. Henky Supit, Ak., CA, dan Ketua Senat Akademik Universitas Prof. Dr. Veronica L. Diptoadi, M.Sc.

UKWMS juga berhasil memperoleh hibah “Program Asuh menuju Prodi Unggul” tahun 2019, sebagai Perguruan Tinggi Pengasuh untuk empat Perguruan Tinggi Asuhan di Surabaya, dan perguruan tinggi swasta anggota Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) hingga program studi yang diasuh mencapai peringkat akreditasi tertinggi (A). Adapun empat Perguruan Tinggi Asuhan di Surabaya yakni Universitas Widya Kartika, Universitas 45 Surabaya, Universitas Merdeka Surabaya dan STKIP Tulungagung. Untuk Perguruan Tinggi di luar Surabaya, ada  STKIP Pamane Tolino Ngabang (Pontianak) dan Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari (Banjarmasin)

UKWMS akan terus meningkatkan kualitas pengelolaan Tridarma Perguruan Tinggi secara berkesinambungan melalui implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal sehingga diperoleh pengakuan dunia internasional menuju world class university (universitas kelas dunia).

Maka, pada peringatan Dies Natalis UKWMS yang ke-59 dinilai menjadi momen yang pas untuk melaksanakan penandatanganan Pakta Integritas Implementasi SPMI yang dilakukan oleh Rektor UKWMS Drs. Kuncoro Foe, G.Dip.Sc., Ph.D., Apt., Ketua Umum Yayasan Widya Mandala Surabaya Prof. Drs. Ec. Henky Supit, Ak., CA., dan Ketua Senat Akademik UKWMS Prof. Dr. Veronica L. Diptoadi, M.Sc. Sebelumnya, Pimpinan Fakultas, Program Studi, Unit Penunjang Akademik, Unit Pelaksana Akademik, Organisasi Kemahasiswaan, Unit Keamanan hingga Unit Kebersihan dilingkup UKWMS juga turut membubuhkan tanda tangan dalam pakta tersebut, sebagai komitmen menjadi Perguruan Tinggu unggul secara mendunia dalam pelayanan di semua aspek. “Penandatanganan ini tidak hanya secara simbolis, karena jika hanya sekedar tanda tangan saja tentu mudah. Tetapi apa yang sudah dijanjikan tentu harus dilaksanakan dan dimonitoring,”  tambah Kuncoro.

Seperti diketahui, pemerintah mengumumkan Penetapan penjaminan mutu (quality assurance) bagi seluruh Perguruan Tinggi melalui Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi (SPM Dikti). Mengacu Undang-undang No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, SPM Dikti ini meliputi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) atau yang lebih dikenal dengan Akreditasi. Jadi SPM Dikti itu sistem penjaminan mutu internal dan external. SMPI dengan pola Continuous Quality Improvement (CQI)  menjawab tantangan  pendidikan tinggi karena menyeimbangkan mutu internal terlebih dahulu, sehingga  proses akreditasi juga akan baik. Penjaminan Mutu (quality assurance) pendidikan tinggi  mencakup Proses penetapan dan pemenuhan standar mutu pendidikan secara konsisten dan berkelanjutan, menjamin  mutu lulusan sesuai dengan kompetensi dipertahankan secara konsisten dan ditingkatkan secara berkelanjutan.

Perguruan tinggi dikatakan bermutu bila mampu mewujudkan visi misi (aspek deduktif) dan memenuhi (aspek induktif) yaitu kebutuhan mahasiswa, masyarakat, dunia kerja dan profesional. Sehingga, perguruan tinggi harus mampu merencanakan, menjalankan dan mengendalikan suatu proses yang menjamin pencapaian mutu. Syarat-syarat normatifnya komitmen, internally driven, tanggungjawab/pengawasan melekat. kepatuhan kepada rencana. evaluasi dan komitmen terhadap peningkatan mutu secara berkelanjutan. (nora)