Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Upaya menjaga Surabaya sebagai Kota Layak Anak diperlukan partisipasi warga. Ada beberapa tahapan yang dilakukan, mulai sosialisasi, launching, pendampingan, penilaian dokumen portofolio, verifikasi lapangan dan roadshow serta awarding.

Kepala Seksi/Kasi Pengarusutamaan Hak Anak (PUHA), Sujatmoko Abipraja, Sujatmoko Abipraja, mengatakan, dalam penyelenggaraan program Kampung Pendidikan Kampung’e Arek Suroboyo. “Pendampingannya 3 bulan. Nanti ada visitasi dari tim yang terdiri dari akademisi, kepolisian, kesehatan sesuai 5 kategori Kampung Pendidikan,” jelas Sujatmoko.

Program Kampung Pendidikan ini diharapkan menjadi gerakan masyarakat dalam melindungi dan menyiapkan masa depan anak. Pemerintah Kota/Pemkot Surabaya mengapresiasi dukungan juga partisipasi warga, dan berharap perjuangan tersebut membawa hasil, mengantarkan anak-anak Surabaya menjadi anak yang berkarakter baik, mampu mandiri dan bersaing dengan anak-anak di seluruh dunia.

Dia mengatakan, berbeda dengan program pemerintah pada umumnya yang bersifat top down atau instruksi, Program Kampung Pendidikan sifatnya bottom up. “Program ini diinisiasi masyarakat yang kemudian diperkuat oleh pemerintah kota dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Harapannya, proses ini terus berjalan dan menjadi kebiasaan warga,” pungkasnya. (ton)