Jakarta, (bisnissurabaya.com)- Masalah pemilihan presiden sudah berakhir. Yang mengejutkan, Presiden Joko Widodo/Jokowi, rivalnya Prabowo Subianto, ke istana. Menantu Presiden kedua, Suharto itu didampingi petinggi Partai Gerindra, Edhy Prabowo menyambangi Istana untuk memenuhi panggilan tersebut.

Seusai diterima Presiden Jokowi, Prabowo, menyebut dirinya bersama Edhy Prabowo, diminta untuk memperkuat kabinet Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin. “Kami diminta untuk memperkuat kabinet beliau dan saya sudah sampaikan keputusan kami dari Partai Gerindra, apabila diminta kami siap membantu. Dan hari ini resmi diminta dan kami sudah sanggupi untuk membantu,” kata Prabowo.

Dia menjelaskan, Presiden Jokowi memintanya untuk membantu dibidang pertahanan. Mantan Komandan Jenderal Kopassus berkomitmen untuk bekerja keras di pemerintahan kelak. “Saya diizinkan oleh beliau untuk menyampaikan bahwa saya diminta membantu beliau dibidang pertahanan. Tadi beliau memberi beberapa pengarahan, dan saya akan bekerja sekeras mungkin untuk mencapai sasaran dan harapan yang ditentukan,” jelas Prabowo.

Sebelum menerima Prabowo Subianto, dan Edhy Prabowo, Presiden Jokowi juga memanggil Airlangga Hartarto. Airlangga yang menjabat sebagai Menteri Perindustrian pada Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengaku dirinya kembali diminta untuk menjadi menteri dan mengisi pos terkait bidang perekonomian.

“Tantangan tentu kita mengisi kondisi terkait dengan defisit neraca perdagangan, kemudian pengembangan kawasan ekonomi yang tentunya diharapkan bisa mengisi beberapa industri unggulan,” jelas Airlangga. Selain Airlangga, Fadjroel Rachman, juga tampak memenuhi panggilan datang ke istana. Seperti halnya para tamu lain yang diundang presiden, Fadjroel, juga diminta untuk membantu pemerintahan Presiden Jokowi periode kedua.

“Ada tugas yang memang disampaikan oleh beliau, tetapi, mengenai bentuk tugasnya, nanti akan diberitahukan secara langsung saja oleh Presiden,” ungkap Fadjroel. Dalam pertemuan tersebut, Fadjroel, mengatakan dirinya juga berdiskusi beberapa hal bersama Kepala Negara. (nanang)