Surabaya, (bisnissurabaya.com)- Harapan kaum relawan Joko Widodo/Jokowi. Aliansi Relawan Jokowi/ARJ Jawa Timur/Jatim sebagai wadah  berkumpulnya organ dan elemen relawan pemenangan Jokowi saat pemilihan presiden (pilpres) 2019 merasa bangga dan gembira saat Jokowi dan wakilnya Makruf Amin, dilantik Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pada Minggu (20/10) kemarin.

Kegembiraan tersebut ditunjukkan dengan banyaknya kegiatan pawai dan syukuran di berbagai tempat di Jatim. Di Surabaya ada beberapa kegiatan pawai seperti di Taman Bungkul, Jembatan Suramadu, dan syukuran tumpeng raksasa setinggi 7 Meter di Jalan Yos Sudarso. Sebenarnya ARJ Jatim sudah siap berangkat ke Jakarta untuk meramaikan pelantikan Presiden. Tetapi pimpinan ARJ Nasional melarang mereka berangkat dan diminta membuat acara di daerah masing-masing.

“Tetapi kami tidak bisa mencegah teman- teman daerah yang sudah terlanjur berangkat ke Jakarta seperti Tulungagung, Trenggalek, Gresik, dan Bojonegoro,” kata Ketua ARJ Jatim, Lidya Latina, kepada bisnissurabaya.com, di Surabaya Senin (21/10) kemarin. Sebagai relawan yang berjuang memenangkan Jokowi sebagai presiden, tidaklah berlebihan jika ARJ Jatim mempunyai aspirasi dan keinginan yang disampaikan ke Presiden Jokowi.

“Keinginan kami jelas, ingin agar Presiden Jokowi agar lebih tegas kepada kaum radikal dan intoleran sesuai peraturan. Selama ini, merekalah yang merusak sistem kenegaraan,” jelas perempuan cantik kelahiran Surabaya 1969 ini. Terkait pemilihan menteri yang membantu presiden dalam kabinet mendatang, ARJ Jatim tegas menyatakan kewenangan penuh presiden dalam memilih dan menyusun kabinetnya.

Namun, sebagai relawan ARJ Jatim mengusulkan pembina ARJ Nasional, Haidar Alwi, untuk masuk dalam jajaran menteri dalam kabinet kerja jilid 2. “Sebenarnya, konsentrasi kami bukan itu. Relawan tetap konsisten mengawal Pak Jokowi selama 5 tahun kedepan dengan melakukan aksi sosial yang bertujuan merawat masa pemilih Jokowi,” tambah pengagum Nelson Mandella, ini.

Berbagai program kerja yang menarik telah disiapkan penikmat group musik Scorpion, God Bless, dan Iwan Fals. Antara lain, memberikan santunan kepada ribuan anak yatim dan diskusi kebinekaaan setiap 4 bulan sekali. Selain itu, ARJ Jatim juga membangun kedekatan dengan para kepala daerah selaku kepanjangan tangan presiden di daerah agar tetap sejalan dengan program dan kebijakan Presiden Jokowi.

Karena itu, ARJ Jatim intens membangun hubungan yang baik dengan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, dan Walikota Surabaya Tri Rismaharini. Bagi penyuka kuliner bakso ini sosok Khofifah, sukses membangun kebersamaan yang baik di kalangan Muspida. Sedangkan Risma, banyak memiliki inovasi dalam pemerintahan.

Terkait dengan agenda politik pemilihan Walikota Surabaya, Ketua ARJ Jatim ini mengaku memiliki hubungan yang dekat dengan semua calon. Terutama calon walikota yang berbasis nasionalis dan religius. Karena itu ARJ Jatim tidak memihak calon siapapun. Apalagi memaksakan  kehendak dan mengarahkan untuk mendukung calon tertentu. Tetapi jika saatnya tiba, ARJ Jatim akan memutuskan sikap poltiknya.

Lalu bagaimana sikap politik ARJ Jatim? Yang jelas kriteria calon walikota yang didukung adalah memiliki kemampuan. Minimal sama dengan Ibu Risma. Bahkan, kalau bisa dia memiliki kelebihan yang tidak dimiliki Ibu Risma, supaya bisa menutupi kekurangannya selama ini,” pungkas pengagum Sylvester Stalone dan Bruce Willys ini. (nanang)