Surabaya,(bisnissurabaya.com)-Pendidikan dan  pengajaran di sekolah membantu anak, bukan hanya mengerti teori saja. Tetapi, membentuk karakter belajar yang terstruktur dan baik. Namun, tanggung jawab pendidikan bukanlah sepenuhnya terletak pada sekolah.

Kunci keberhasilan pendidikan adalah keterlibatan orang tua dan lingkungan sekitar tempat tingggal anak.

Salah satu upaya menjaga keberlangsungan Surabaya sebagai kota layak anak, setelah enam kali berturut-turut meraih penghargaan tingkat Madya pada 2011 dan 2012, kemudian penghargaan tingkat madya tahun 2013 dan 2015, serta oenghargaan tingkat utama 2017 dan 2018. Pemerintah Kota/Pemkot Surabaya berkomitmen melakukan pemenuhan hak dan perlindungan anak.

Hal ini, selaras dengan UU No 35 Tahun 2014, Perda No 6 Tahun 2011Tentang Perlindungan Anak, serta Keputusan Walikota Surabaya Nomor 188.45/68/436.1.2/2019 tentang Tim Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak Kota Surabaya. Langkahnya, sejak beberapa tahun lalu, pemerintah kota melakukan pembinaan di masyarakat melalui lomba untuk mewujudkan “Kampung Pendidikan menuju Kampung’e Arek Suroboyo”.

“Tujuannya, untuk menciptakan kondisi daerah tinggal anak yang nyaman dan aman bagi proses tumbuh kembangnya dengan dukungan masyarakat yang menjamin pemenuhan hak anak dan mengupayakan perlindungan anak secara optimal,” kata Kabid Pengarusutamaan Hak Anak (PUHA) dan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan dan Perlindungan Anak (DP5A) Kota Surabaya, Ida Widayati, di Surabaya Selasa (21/10).

Ida menyebut, kampung pendidikan yang pertama dicanangkan pada 2 Mei 2015. Para peserta program kampung pendidikan Kampung’e Arek Suroboyo secara administrasi meliputi setiap kelurahan, minimal 1 (satu) RW yang terdiri minimal 2 RT untuk mengakomodir seluruh kategori program dengan kategori Pratama dan Madya.

“Bentuk program Kampung’e Arek Suroboyo pada tahun 2019 ini terdiri dari lima kategori. Seperti kampung belajar, kampung sehat, kampung asuh, kampung kreatif dan inovatif serta kampung aman,” jelas Ida.

Kampung belajar adalah kampung yang memiliki kepedulian dan komitmen untuk menjamin terlaksananya lingkungan yang mendukung pendidikan atau belajar anak. Sedangkan, kampung kreatif dan inovatif memberikan fasilitas bagi anak-anak untuk melakukan ekspresi, kreasi, dan inovasi sesuai dengan minat dan bakat anak.

“Tahun l ini, ada tambahan kegiatan yang masuk kategori ini dengan memfasilitasi kegiatan di luar akademik, dengan memberikan pelatihan menari, menyanyi, melukis, jurnalistik, melukis. Ada 13 pelatihan, dan pesertanya semakin banyak, sekarang sekitar 490 anak,” papar Ida Widayati. (ton)