Surabaya,(bisnissurabaya.com)– Pelantikan Presiden pada 20 Oktober 2019 nanti adanya sinyal kuat Walikota Tri Rismaharini menjadi Menteri.

Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto itu mengamini bila  masuknya Tri Rismaharini ke dalam Kabinet Indonesia Kerja Jilid II, Jokowi-Maruf Amin sepertinya bukan isapan jembol belaka.

Sebab, sosok Risma dikenal sebagai Walikota segudang prestasi saat menjadi orang nomer satu di kota Pahlawan ini.

Namun, sebagai partai pengusung, lanjut Hasto bahwa PDIP akan mendapatkan kursi menteri terbanyak dibandingkan partai politik lainnya.

Dalam pemetaan komunikasi pembentukan kabinet itu, Hasto menegaskan PDIP menggunakan  lima pintu utama untuk merekrut calon menteri. Pintu tersebut adalah dari partai politik (kader internal), kalangan profesional, lalu kepala daerah, dan Aparatur Sipil Negara (ASN), serta tokoh nasional dan tokoh masyarakat.

Khusus untuk kepala daerah, Hasto menjelaskan bahwa Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri telah mempelopori sebuah kematangan demokrasi.

“Dimana kepemimpinan tingkat nasional itu telah dibentuk mulai proses dari bawah, seperti Pak Jokowi dari Walikota, lalu gubernur hingga presiden,” tandas Hasto ketika di Kantor DPD PDIP Jatim, Jalan Kendangsari Industri, Jumat (18/10).

Pintu tersebut, menurut Hasto akan diperkuat oleh PDIP yang mana PDIP akan mempromosikan kepala daerah menjadi menteri. Hasto lalu menyebutkan sejumlah kepala daerah di Jawa Timur memang mempunyai kapasitas yang bagus, mulai dari Bupati Ngawi, Budi Sulistyono, lalu Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas dan tentunya ada Tri Rismaharini atau yang kerap disapa Risma.

“Bu Risma kan sudah menjadi Ketua DPP Partai. Kalau di dalam profiling Presiden baik,  tentu saja hal tersebut dikonsultasikan dan didialogkan ke Ibu Megawati Soekarnoputri. Sebab, dalam proses pengajuan menteri tidak seperti pengajuan proposal namun melalui dialog,” pungkasnya.(ton)