Sri Mulyani, Mau Tutup Buku Perlu Unjuk Gigi

23

Surabaya (bisnissurabaya.com)- KALAU Menteri Kelautan dan Perikanan Puji Astuti, pada bulan lalu bakal mengakhiri tugasnya alias tutup buku dalam Kabinet Kerja jilid I dengan upacara penenggelaman beberapa kapal nelayan asing yang mencuri ikan kita di Pulau Natuna, kini Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, unjuk gigi terhadap para importir “nakal”. Sebanyak 330 importir diblokir atau  dicabut izinnya! Mayoritas izin importir untuk perusahaan tekstil dan produk tekstil (TPT).

Mungkin tuduhan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, yang mendapatkan keluhan pengusaha tekstil yang pasaran produknya tersendat-sendat gara-gara kebanjiran tekstil impor, dan menyatakan bahwa itu akibat ulah importir tekstil yang “nakal” atau “gelap”, sehingga ditanggapi oleh Menteri Keuangan Sri  Mulyani Indrawati harus bertindak tegas. Sebenarnya, tindakan seperti itu sudah seharusnya bisa dilakukan sekurang-kurangnya pada tahun lalu. Namun ibu Menkeu itu masih “menunggu” sejauhmana iktikad baik para importir yang telah diberikan izinnya. Ternyata kemudiannya mereka sebagai importir gadungan atau tukang cari untung saja tanpa memenuhi kewajiban yang ditetapkan kepada mereka kepada negara.

Dalam penjelasan Menkeu Sri Mulyani (14/10), pemblokiran izin 330 importir itu  karena melanggar ketentuan perdagangan, perpajakan dan bea cukai dalam kegiatan mereka di “pusat logistik berikat (PLB)”.

Mayoritas yang diblokkir adalah milik perusahaan tekstil dan produk tekstil (TPT). Dikatakannya, bahwa pelanggaran itu terhadap ketentuan-ketentuan seperti bea cukai, di mana ratusan importir itu tidak lagi melakukan kegiatan selama 6-12 bulan berturut-turut. Importir tersebut juga tidak melakukan pembongkaran maupun inventarisasi teknologi informatika hingga eksistensi yang diragukan. Dari sisi perdagangan, Kemenkeu juga menemukan importir yang hanya membeli bahan baku impor lalu tidak digunakan untuk produksi. Kedua, ada pelanggaran tata niaga dari aturan Kementerian Perdagangan.

“Produsen tidak impor untuk produksi sendiri, tapi kemudian menjual barang ke pasar. Dia gunakan entitas dirinya untuk mendapat fasilitas impor yang dikuotakan, tapi tidak dibuat produksi dia sendiri, melainkan dijual ke pasar. Dia melanggar tata  niaga, kuota dan persetujuan impor yang diberikan Kemendag.” ujar Sri Mulyani.

Selain memblokir izin tersebut, dia juga mencabut dan membekukan izin ‘kelompok’ 8 Pusat Logistik

Berikat (PLB) dan 5 importir dikarenakan melanggar eksistensi, tanggung jawab keberlangsungan bisnis, auditabilitas atau sudah tidak aktif. Di antaranya terdapat importir besi baja, meskipun ratusan importir yang izinnnya dibekukan itu terdiri dari importir tekstil dan produk tekstil.

Tindakan tegas macam itu memang diperlukan dalam perputaran perdagangan kita. Terutama yang menyangkut produk-produk yang juga dihasilkan di dalam negeri, seperti antara lain tekstil. Memang tidak dilarang mengimpor tekstil, karena ada juga konsumen yang menginginkannya dan terutama jenis atau coraknya tidak diproduksi di dalam negeri. Namun, karena lewat impor serta prosedur-prosedur yang ditetapkan berdasar peraturan Pemerintah, maka dengan sendirinya harganya lebih tinggi ketimbang tekstil produk dalam negeri. namun karena melalui peraturan yang telah ditetapkan, dengan sendiri harganya lebih tinggi. Jangan sampai sudah ada yang diproduksi di dalam negeri, tetapi diimpor juga produk jenis dan mutu yang sama didatangkan dari luar negeri. Kalaulah ada importir memasukkan tekstil (seumpama tidak diproduk lagi di dalam negeri), maka  boleh-boleh saja kalau importir itu mengimpor kain jenis itu. Umpama produk kafan. Seumpama tidak diproduk lanjutan. Itu boleh-boleh sakja diimpor dan tidak digunakan untuk produksi lagi, karena hanya digunakan untuk mengkafani jenasah!

“Gebukan” Menkeu diakhir jabatannya di Kabinet Kerja jilid I macam ini perlu. Sekaligus memberi jalan yang cukup lebar dan jelas untuk siapapun nantinya yang bakal diangkat menjadi Menteri penggantinya kelak. Selamat jalan bu Sri Mulyani Indrawati. (amak syariffudin)