Surabaya, (bisnissurabaya.com)- Pertumbuhan perusahaan pialang di Indonesia menggembirakan. Hal itu terlihat dari volume transaksi pada kwartal tiga di kantor cabang Surabaya naik 17,45 persen atau 128.237 lot. Dari 30 perusahaan pialang, kota ini menduduki peringkat kelima dibawah Jakarta, Palembang, Medan dan Semarang.

Penegasan itu dikemukakan Wakil Kepala Cabang PT PT Rifan Financindo Berjangka/RFB Surabaya, Budiansyah, didampingi Senior Bisnis Manager, Candra, dan Humas Andri, di Surabaya Jum’at (11/10) kemarin. Ia menyatakan, potensi penambahan ada pada empat sektor. Diantaranya, finance dan properti.

‘’Sebetulnya, banyak orang Surabaya yang ada di Jakrta melakukan transaksi di DKI. Jadi, wajar saja bila Surabaya berada diperingkat lima,’’ kata Budiansyah. Sedangkan jumlah perusahaan pialang di Indonesia sekitar 60 perusahaan. Dari jumlah itu, RFB dipercaya pasar menduduki peringkat atas.

Menurut Andri, dukungan nasabah selama ini telah menopang kesuksesan perseroan dalam mempertahankan posisi tersebut hingga kuartal III/2019. Beberapa pencapaian lain yang berhasil diraih RFB antara lain, peringkat I untuk perusahaan pialang dengan volume transaksi bilateral terbesar 2018, Peringkat II untuk perusahaan pialang dengan volume transaksi multilateral terbesar 2018, serta perusahaan pialang dengan pemenuhan kewajiban keuangan atas kepatuhan pemenuhan margin 2018.

Semua prestasi tersebut dapat diakui sebagai bukti RFB menjadi perusahaan pialang berjangka yang kuat. Dengan total lebih dari 15.000 nasabah, RFB berkomitmen memberi pelayanan transaksi berjangka yang cepat, nyaman dan transparan.

Selain itu, penerapan tata kelola perusahaan yang baik dalam menjalankan usaha menjadi kunci penting. Tak hanya sukses menorehkan kinerja positif dari sisi volume transaksi, RFB juga berusaha menjalankan misi sebagai agen perubahan di industri perdagangan berjangka komoditi dengan tiga langkah utama. Yaitu sosialisasi, edukasi dan promosi.

“Menjadi yang terdepan bukanlah sebuah tujuan, melainkan sebuah keharusan untuk kami. Caranya adalah unggul dari sisi pelayanan, dan kuat dalam hal infrastruktur. Karena usaha kami bergerak di bidang jasa investasi keuangan, maka service excellent adalah tujuan utama. Adapun peningkatan jumlah lot transaksi adalah dampak dari terpenuhinya kebutuhan nasabah secara mengesankan,” kata CEO RFB Teddy Prasetya.

Berdiri sejak tahun 2000, dengan 10 kantor operasional yang tersebar di Jakarta (2 kantor), Bandung, Semarang, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Pekanbaru, Palembang, RFB semakin optimis untuk kembali menjadi nomor satu dengan membukukan volume 1,5 juta lot transaksi hingga akhir 2019. (bw)