Gresik, (bisnissurabaya.com)- Tauge atau kecambah merupakan sayuran yang berasal dari biji kacang hijau. Bagi ibu rumah tangga,  sudah tak asing lagi dengan sayuran yang satu ini. Karena, sering digunakan sebagai bahan pangan dan lalapan.

Sehingga, banyak peminat membeli sayuran ini. Tak heran, bila banyak masyarakat yang membuka usaha tauge rumahan ini.

Proses penyiraman

Seperti ibu Nuriyatin, yang membuka usaha produksi tauge di rumahnya. Wanita ini membuka usaha di belakang rumahnya di Desa Hulaan Menganti. Bahkan, wanita ini sudah menekuni usahanya sejak 11 tahun yang lalu hingga sekarang.

Ibu dua anak ini kemudian bercerita tentang proses pembuatan tauge yang membutuhkan waktu panen tiga hari sekali. Tetapi, proses pembuatan dilakukan setiap hari agar cepat panen dan dapat di pasarkan.

Proses yang dimulai dari pembersihan dan pemisahan kacang hijau dengan cara direndam untuk memilih yang bagus dan tidak. Kemudian disiram dengan air panas.

“Setiap tiga jam sekali, tauge harus disiram air untuk kebutuhan tumbuh tanaman supaya berkembang dengan baik dan bisa di pasarkan.” kata Nuriyatin, kepada bisnissurabaya.com. Kamis (10/10).

Mereka mampu memproses kacang hijau untuk dijadikan tauge sekitar 50 kilo gram setiap harinya. Dari kualitas kacang hijau yang bagus, dari 50 kilo gram kacang hijau menjadi 1,5 kwintal tauge. Sehingga setiap malam dia dengan dibantu beberapa orang untuk mengambil hasil panen dan siap dikemas kemudian di pasarkan.

Dia mengaku dari hasil panen tauge dijual di pasar Menganti, mulai pukul 02.30 WIB hingga 05.30 WiB. Menyinggung soal harga cukup terjangkau yakni Rp 7.000 per kilo tauge. (ayu)