Surabaya,(bisnissurabaya.com)- Setelah bertahun-tahun kasus bank Century di Surabaya menyisakan perhatian nasabah.

Kasus yang ditangani penyidik Kepolisian Daerah Jawa Timur/Jatim sudah dibawa ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (7/10). Ia adalah Michael Chung, Kepala Bagian Operasional PT bank Century Tbk Cabang Surabaya Kartajaya itu.

Didalam sidang perdana kasus dugaan kejahatan perbankan tersebut Jaksa Penuntut Umum (JPau) dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Sri Rahayu saat membacakan surat dakwaan mengatakan terdakwa diancam dengan pidana sesuai pasal 49 ayat (2) huruf b UU No 10 tahun 1998 tentang perubahan atas UU No 7 tahun 1992  tentang Perbankan.

“Terdakwa telah dengan sengaja tidak melaksanakan langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan ketaatan Bank terhadap ketentuan dalam Undang Undang ini, dan ketentuan peraturan perundang undangan lainnya yang berlaku bagi Bank,” kata JPU Sri Rahayu saat membacakan surat dakwaan.

Diketahui, terdakwa Michael Chung pada periode Juni 2007 hingga Desember 2008, berdasarkan SK PT bank Century Tbk No 121/SK/Century/SDM/VI/2007

dan SK No 128/SK-DIR/Century/XII/2008, diangkat menjadi Kepala bagian operasional sekaligus  Pejabat Sementara (PJS) pimpinan cabang PT Bank Century Kartajaya.

Pada Nopember 2008 PT Bank Century Tbk di Likuidasi Pemerintah, setelah itu pada pada 11 Februari 2009 terdakwa Michael Chung cabang Surabaya Kertajaya didemo nasabah PT Antaboga dengan tuntutas mengembalikan uang yang telah di investasikan ke reksadana tetap terproteksi PT Antaboga melalui PT Bank Century Tbk.

Menurut pendemo Gayatri, Wahyudi Prasetyo dan Yao Yopie Yuwono, pada tahun 2004 nasabah telah membeli produk reksadana tetap terproteksi PT Antaboga melalui PT Bank Century cabang Surabaya Kartajaya.

Menanggapi tuntutan demo dari nasabah tersebut, terdakwa Michael Chung membuat 2 Surat Pernyataan. Surat pernyataan tanggal 11 Februari 2009 yang ditandatangani oleh terdakwa Michael Chung yang intinya bertanggung jawab atas penempatan dana reksadana /investasi tetap Antaboga adalah tanggung jawab Bank Century.

Surat Pernyataan tertanggal 23 Februari 2009 yang ditandatangani oleh terdakwa Michael Chung dan pegawai bank lainnya intinya bahwa pembelian produk investasi dana tetap terproteksi atas nama Yap Yopie Yuwono menjadi tanggung jawab Bank Century.

Padahal berdasarkan, peraturan Bank Indonesia, manajemen PT Bank Century Tbk sejak tahun 2005 dinyatakan sudah tidak lagi menjadi sub penjualan reksadana tetap terproteksi PT Antaboga, dan seluruh kegiatan PT Bank Century Tbk diambil alih oleh Pemerintah melalui LPS (Lembaga Penjamin Simpanan), sehingga semua kegiatan perbankan PT;Bank Century Tbk pada saat itu harus seijin LPS.

Diketahui pula, bahwa riwayat kerja antara PT Bank JTrus Indonesia dengan PT Bank Century Tbk awalnya bernama PT Bank CIC International Tbk dan sekarang berubah menjadi PT Bank JTrust Indonesia Tbk berdasarkan Akte PT Bank Century Intervest Corporation  Nomor : 136 tanggal 30 Mei 1989  yang dibuat Notaris Lina Laksniwardani SH.

Sesuai, Akta Penggabungan antara PT DANPAC Tbk dan PT PIKKO Tbk ke dalam PT Bank CIC International Tbk  Nomor 158 tanggal 22 Oktober 2004 yang dibuat Notaris Buntario Prigis Darmawang SH, isi Aktanya yaitu Pemberian persetujuan atas penggabungan PT DANPAC Tbk dan PT. PIKKO Tbk ke dalam PT Bank CIC International Tbk. Memberikan persetujuan perubahan nama dari PT Bank CIC International Tbk  menjadi PT Bank Century Tbk.

Memberikan persetujuan atas perbuatan pasal 4 ayat (1), (2) dan ayat (3) Anggaran Dasar Perseroan. Sesuai Akta keputusan Rapat PT Bank Century Tbk Nomor : 62 tanggal 10 Agustus 2009 di hadapan Notaris Dr Irawan Soerodjo SH.MH di Jakarta dengan isi pergantian nama dari PT Bank Century Tbk menjadi PT Bank Mutiara Tbk.

Namun, sesuai akta pernyataan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) perubahan anggaran dasar PT Bank Mutiara, Tbk Nomor : 87 tanggal 30 Maret 2015 yang di buat di Notaris Jose Dima Satria SH. Di Jakarta dengan isi pergantian nama dari PT Bank Mutiara, Tbk menjadi PT Bank JTrust Indonesia Tbk.

Belakangan diketahui pada 2012, nasabah atas nama Wahyu Prasetyo dan nasabah lain, telah menggugat perdata terhadap pihak PT Bank JTrust Tbk  di Pengadilan Negeri Surabaya dengan Nomor Register Perkara : 55/Pdt.G/2012/PN.Sby dengan materi gugatan bahwa Bank Century Tbk bertanggungjawab atas penjualan reksadana/investasi dana tetap terproteksi kepada PT Antaboga dimana Bank Century Tbk pada saat dilakukan gugatan perdata sudah berubah nama menjadi PT Bank JTrust.

Dalam proses sidang di Pengadilan Negeri Surabaya penggugat mengajukan 2 surat penyataan yang di tandatangani oleh terdakwa Michael Chung tertanggal 11 Februari 2019 dan surat pernyataan pada 23 Februari 2009 sehingga gugatan perdata di menangkan oleh penggugat atas nama Wahyu Prasetyo dkk dan perkara perdata tersebut telah berkekuatan hukum tetap.

Tetapi, pada tahap Peninjauan Kembali (PK) sesuai putusan Mahkamah Agung RI Nomor : 04/PK/Pdt/2017 tanggal 29 Maret 2017 dan terhadap putusan tersebut telah dilakukan eksekusi terhadap lelang jaminan atas bangunan yang berdiri diatas tanah sesuai Surat Ijin Pemakaian Tanah Nomor 188.45/0923P/436.7.11/2017. Seluas 382,7 M2  atas nama PT Bank Mutiara, Tbk yang terletak di Jalan Kertajaya No 79 A Kelurahan Airlangga Kota Surabaya dengan harga lelang senilai Rp 13.344.000.000.

Sebidang tanah dan bangunan, sesuai Sertifikat Hak Gunaa Bangunan Nomor: 1009/Kel/ Krembangan Selatan seluas 117 M2 atas nama PT Bank Century, yang terletak di Jalan Rajawali No 51 A Kelurahan Krembangan Selatan, kota Surabaya dengan harga lelang senilai Rp 5.720.000.000 itu. Akibat, perbuatan terdakwa Michael Chung, pihak PT Bank JTrust Cabang Surabaya Kertajaya mengalami kerugian Rp 19.064.000.000. (ton)