Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Peran aktif masyarakat dalam pemilihan walikota. Surabaya kota dinamis dengan tingkat partisipasi penduduk yang tinggi di berbagai bidang. Mulai ekonomi, sosial, budaya, dan politik.

Partisipasi aktif itu ditunjukkan dalam setiap perhelatan yang ada di Surabaya. Diantaranya, adalah pemilihan walikota 2020.

Acara 5 tahunan tersebut, bukan hanya sekedar memilih walikota pengganti Walikota Tri Rismaharini, yang akan selesai tahun depan. Tetapi lebih kepada wujud kecintaan dan tanggung jawab warga kota terhadap kesinambungan dan keberlangsungan  kepemimpinan.

Geliat aktivitas politik sudah mulai muncul kepermukaan,  baik dilakukan bakal calon itu sendiri, tim sukses, maupun  berbagai komunitas relawan.

Aliansi Relawan Jokowi (ARJ) Jatim, yang merupakan wadah gabungan organisasi relawan pendukung pasangan Jokowi- Amin pada pilpres 2019 pimpinan Lidya Latina,  juga turut andil dalam percaturan suksesi kepemimpinan di Surabaya

Mereka mengadakan kopi darat dan diskusi yang dihadiri bakal calon walikota (bacawali), bakal calon wakil walikota (bacawawali) Surabaya 2020  Rabu (9/10).

Bacawali dan bacawawali yang hadir antara lain, Lia Istifhama, Sujipto Joe Angga, Mega Tjandra, Sri Setyo Pertiwi, dan Untung Suropati.

“Kami ingin menjadi fasilitator yang memberi stimulus agar para kandidat lebih dekat kepada massa pemilih dalam penyampaian prioritas program kerjanya saat terpilih,” kata panelis Megawati kepada bisnissurabaya.com.

Pada diskusi tersebut, masing- masing kandidat telah menyampaikan pandangan dan gagasannya terkait permasalahan yang dihadapi warga kota Surabaya. Mulai dari surat ijo, hingga pemberdayaan usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Sebagai wadah besar organisasi relawan yang sukses ikut mengantar pasangan Jokowi-Makruf Amin ke istana, ARJ Jatim berketetapan hati untuk tidak mendukung calon walikota siapapun. Tetapi lebih memilih menjadi rumah besar yang menaungi siapapun walikota yang merapat.

“Kami bersikap netral, dan memberikan porsi dukungan yang sama kepada para calon walikota yang anti radikalisme dan memperjuangkan sikap anti intoleran,” jelas perempuan cantik berhijab ini.

Sikap netral tersebut didasarkan pada banyaknya calon dari golongan nasionalis yang merapat. Antara lain, Lia Istifhamah, Sutjipto Joe Angga, Mega Tjandra, Sri Setyo Pertiwi dan Untung Suropati  yang mencalonkan diri melalui PDI Perjuangan, yang merupakan partai politik yang memiliki kedekatan dengan ARJ Jatim. (nanang)