Gresik, (bisnissurabaya.com)- Maksud hati ingin meraup keuntungan besar, namun  tindakan memperdagangkan hewan langka itu melanggar hukum. Sehingga harus berurusan dengan pihak berwajib.

Kepolisian Resort (Polres) Gresik melalui Satuan Reskrim Unit Pidek berhasil mengamankan sebanyak 13 satwa langka yang diduga akan diperjual belikan dipasar secara illegal.

Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo, didampingi Kepala BKSDA Wil II  RM. Wiwied Widodo,  menjelaskan  hewan satwa yang diamankan adalah hewan yang hampir punah dan dilindungi.

“ Kami mengamankan  tersangka berinisial DA merupakan warga Gresik  yang memiliki 5 ekor burung Merak Hijau karena tidak memiliki ijin. Merak hijau merupakan satwa langka yang dilindungi karena hampir punah. Dan tersangka berinisial D yang masih dalam pencarian yang memperdagangkan 6 ekor burung Takur Api dan 2 ekor burung Takur Uli Sumatra,” papar AKBP Kusworo di halaman Mapolres Gresik, Selasa (8/10).

Menurut pria yang belum genap 2 minggu nenjabat Kapolres Gresik ini  di pasaran garga burung merak hijau  mencapai Rp 25 juta per ekor, burung Tangkar Uli sekitar Rp 1,5 juta per ekor dan Burung Takur Api kisaran harga Rp 1 juta per ekor.

Semua burung yang diamankan merupakan satwa langka yang dilindungi  oleh  Pasal 40 ayat (2) Jo. Pasal 21 ayat (2) huruf a UU RI No.5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya. “ Setiap orang dilarang untuk menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup”

Untuk menjaga burung – burung tersebut tetap sehat, Polres Gresik berkoordinasi dengan Balai Konservasi  dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur serta menitipkan burung – burung tersebut sebelum dilepas ke habitatnya semula.

“Kami berkoordinasi dengan BKSDA agar selama ini masih proses hukum, burung – burung tersebut jangan sampai stres apalagi mati. Setelah ini satwa tersebut akan diperiksa oleh dokter hewan  dan pemeriksaan perilaku,” ujar Kapolres.

Atas tindakan Perdagangan dan pemeliharaan satwa langka secara ilegal  tersebut, Tersangka  diancam dengan Hukuman Penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp 100.000. (sam)