Surabaya, (bisnissurabaya.com)- Besarnya penyaluran Kredit Pemilikan Rumah/KPR yang menelan tentor panjang membutuhkan beaya tak sedikit dalam pembeayaanya. Bank Indonesia/BI merilis penyaluran KPR perbankan mencapai Rp 492,5 triliun. Penyaluran KPR saat ini, masih dikuasai perbankan. Namun, belakangan perusahaan multifinance atau leasing turut menggarap bisnis ini.

Ketua Asosiasi Perusahaan Pembeayaan Indonesia (APPI), Suwandi Wiratno, menganggap multifinance sulit menggarap bisnis pembeayaan properti. Sebab, masih terkendala pendanaan dari perbankan yang hanya menawarkan tenor pendek. Sementara KPR memerlukan waktu panjang.

“Sulit karena dananya harus jangka panjang. Bagi mulfitinance tidak ada sumber perolehan dana jangka panjang. Kredit rumah itu bisa lamanya 10 – 20 tahun. Kami dapat dana dari bank hanya 3 tahun,’’ kata Suwandi, sambil menjelaskan bila dapat dana dari SMF, tapi rumah yang ditawarkan murah. Sehingga porsinya kecil dan sedikit yang menggarap.

Dia mengakui, ada tantangan tersendiri, dalam menggarap produk pembeayaan rumah. Kebanyakan para pemain multifinance lebih banyak memilih pembeayaan kendaraan bermotor. Secara persentasi di industri pembeayaan rumah masih dibawah satu persen dari total pembeayaan multifinance. (ton)