Surabaya,(bisnissurabaya.com)- Hunian apartemen terkadang disalahgunakan. Contohnya,

kasus penjualan paketan narkotika jenis sabu-sabu yang menjerat Santi Megawati, dan Fatkhul Hadi, penghuni apartemen di Surabaya Timur lantai 20 kamar 2023. Akibatnya, keduanya harus duduk di kursi pesakitan dan mulai di sidangkan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Sidang yang dipimpin majelis hakim Yohanes, ini mengagendakan pembacaan surat dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suwarti.

Dalam surat dakwaan, disebutkan kasus penjualan paketan sabu ini diketahui polisi berdasarkan informasi dari masyrakat. Pada Rabu 26 Juli 2019 sekitar pukul 19.30 WIB. Saat itu terdakwa Santi Megawati dan Fatkhul Hadi dengan mengendarai sepeda motor Yamaha ┬áMio mengambil satu bungkus rokok warna hitam dipalang pintu sebelah kiri rel kereta api Pasar Tanggulangin, Sidoarjo. “Dalam, bungkus rokok tersebut berisi sabu-sabu 20 gram,” kata JPU Suwarti.

“Sabu itu kemudian dibawa ke apartement lantai 20 kamar 2023 Surabaya,” kata Suwarti saat membacakan dakwaan, Jum’at (4/10) lalu. Selanjutnya, kata dia, di apartement itu sabu-sabu ditimbang dan dibagi-bagikan menjadi paket hemat dengan menggunakan timbangan elektrik.

Kemudian pada Rabu 3 Juli 2019, terdakwa wanita cantik ini mengambil 6 paket hemat dan disimpan dalam saku celana jeansnya, untuk diantar ke rumah yang ada di Jalan Sidosermo GG Damri/ 33 Wonocolo, Surabaya.

“Ketika terdakwa Santi Megawati sedang berada di rumah tersebut, dia ditangkap petugas dari Polsek Jambangan. Dari hasil penggeledahan ditemukan barang bukti 6 paket sabu dan satu HP Xiomi warna putih,” jelasnya.

Selanjutnya, tambah Jaksa Suwarti, dari penangkapan terdakwa Santi Megawati, kemudian petugas melakukan penangkapan terhadap terdakwa Fathkul Hadi Alias Bagong dan ditemukan barang bukti/bb berupa sebuah kotak Hello Kitty berisi satu bendel plastik yang didalamnya terdapat 10 paket hemat sabu, dan kertas koran berisi tiga paket sabu yang didalmnya berisi sembilan paket hemat sabu siap edar.

Perbuatan kedua terdakwa tersebut dijerat pidana pada Pasal 114 Ayat (1) Jo Pasal 132 Ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. (ton)