Surabaya, (bisnissurabaya.com)- Kasus jual beli emas bernilai triliunan rupiah yang menjerat Eksi Anggraeni, sebagai terdakwa mulai bergulir di Pengadilan Negeri/PN Surabaya. Sidang yang dipimpin hakim Maxi Sigarlaki, mengagendakan pembacaan surat dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum/JPU Winarko.

Dalam dakwaan, kasus tipu gelap/tilap ini dilaporkan Pengusaha Surabaya bernama Budi Said. Saat itu, Budi Said, membeli ribuan kilo emas melalui terdakwa selaku marketing dari PT Aneka Tambang (Antam) senilai Rp 3,5 triliun. “Bahwa dari 7.071 kilogram yang disepakati antara saksi Budi Said, dengan terdakwa Eksi Anggraeni, diterima 5.935 kilogram.

Sedangkan selisihnya 1.136 kilogram tidak pernah saksi terima. Namun uang telah diserahkan ke PT Antam,” terang JPU Winarko saat membacakan surat dakwaannya, Selasa (1/10). Dijelaskan jaksa Winarko, Saksi Budi Said tertarik membeli emas tersebut lantaran tergiur dengan program discount yang dijelaskan terdakwa Eksi. Namun seiring waktu setelah melakukan pembayaran melalui transfer secara bertahap, kekurangan emas yang dibeli tak kunjung diterima oleh Budi Said.

“Selanjutnya karena tidak ada pengiriman emas lagi, maka saksi Budi Said merasa ditipu dan selanjutnya mengirim surat ke PT Antam Cabang Surabaya namun tidak pernah dibalas. Sehingga, akhirnya berkirim surat ke PT Antam Pusat Jakarta dan dinyatakan PT Antam tidak pernah menjual emas dengan harga discount,” kata JPU Winarko. Akibat perbuatan terdakwa, Jaksa menyebut Budi Said telah mengalami kerugian sebesar Rp 573.650.000.000.

“Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 378 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP dan kedua diancam dalam Pasal 372 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP,” pungkas JPU Winarko diakhir pembacaan surat dakwaanya. Atas dakwaan tersebut, terdakwa melalui tim kuasa hukumnya mengaku akan mengajukan eksepsi. Namun sebelum persidangan ditutup, O’od Chrisworo mengajukan surat permohonan penangguhan penahanan.

“Izin majelis, kami mengajukan permohonan penangguhan penahanan dan persyaratannya sudah kami lampirkan dalam permohonan,” ujar O’od Chrisworo dan disambut kata hakim Maxi yang akan mempertimbangkan permohonan tersebut. Usai persidangan, O’od Chrisworo membeberkan kronologis perkara yang disangkakan klienya. Ia menyebut dalam kasus ini, Terdakwa Eksi Anggraeni tidak pernah menerima pembayaran dari Budi Said selaku saksi pelapor. “Budi Said ini langsung transfer ke PT Antam, ini yang aneh dan kami akan siap membuktikannya,” terang O’od.

Sementara terkait permohonan penahanan yang diajukannya, masih kata O’od, telah melampirkan beberapa persyaratan, salah satunya adalah penjamin. “Anaknya sebagai penjamin dan tadi sudah kami lampirkan di permohonan,” pungkasnya. (ton)