Probolinggo, (bisnissurabaya.com)- Jawa Timur/Jatim tuan rumah jambore nasional dan bakti sosial/baksos Taruna Siaga Bencana (Tagana). Acara tahunan yang berlangsung 26 – 28 September 2019 dilaksanakan di tiga titik. Yakni, Surabaya, Pasuruan, dan Probolinggo. Untuk di Surabaya berlangsung di Grahadi, Pasuruan dilaksanakan di dua titik yakni Graha Candra Wilwatikta dan Danau Ranu Grati, sedangkan di Probolinggo berlangsung di Lautan Pasir Taman Nasional Gunung Bromo.

Acara puncak Jambore di lautan pasir berbisik Gunung Bromo dihadiri 2.750 Tagana dari seluruh Indonesia, perwakilan ASEAN Malaysia, Brunei Darussalam, dan Myanmar. Hadir pula perwakilan NGO lokal, NGO internasional, Perwakilan Kampung Siaga Bencana (KSB), pilar-pilar sosial, dan relawan kebencanaan lainnya.

Jambore dan Bakti Sosial Tagana adalah ajang bagi seluruh stakeholder bencana untuk menguatkan komitmen menjaga alam sekaligus kesempatan para relawan kemanusiaan bertukar pikiran dalam penanggulangan bencana di waktu mendatang.

Dalam Jambore Tagana 2019 dilaksanakan perlombaan ketangkasan Tagana yang dilaksanakan di Taman Graha Wilwatikta dan Danau Ranu Grati, Kabupaten Pasuruan dengan melibatkan perwakilan Tagana masing – masing provinsi seluruh Indonesia.

Jatim meraih juara umum dengan perolehan 2 emas, 2 perak, dan 1 perunggu. Adapun beberapa kecakapan Tagana yang diperlombakan antara lain posko dan Tagana Reaksi Cepat/TRC, dapur umum dan logistik, layanan dukungan psikososial, shelter, pertolongan pertama pada gawat darurat dan water rescue.

“Alhamdulilah, selama tiga tahun berturut-turut Jatim menjadi juara umum. Ini membuktikan kompetensi Tagana di Jatim diatas rata-rata,’’ kata Gubernur Jatim Hj Khofifah Indar Parawansa, kepada bisnissurabaya.com Sabtu (27/9).

Khofifah, juga menerima penghargaan dari Kementerian Sosial RI sebagai Pembina Tagana Berprestasi. Khofifah mendapat penghargaan atas upayanya dalam penanganan bencana yang terjadi di Jatim, keaktifannya dalam mendorong inovasi dan kreatifitas Tagana Jatim dalam mitigasi bencana.

Thema yang diangkat dalam Jambore adalah ‘Tagana Menjaga Alam’. Melalui thema ini, Tagana mengajak masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat di wilayah rawan bencana. Salah satunya dengan menjaga alam dimulai darihal yang paling mudah dilakukan di lingkungan sekitar.

Menurut dia, masyarakat banyak yang harus diedukasi agar memiliki kesadaran terkait bahaya sampah plastik. Terbukti, Indonesia menjadi negara dengan penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia.

“Sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk peduli menjaga kelestarian lingkungan dan saya berharap Tagana menjadi garda terdepan dalam kampanye sadar bahaya plastik serta tidak berhenti mengajak semua pihak tetus menanam. Pengalaman saya selama di Kementerian Sosial, bakti sosial apapun, dimanapun selalu disertai dengan menanam  pohon secara masif,” jelas Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur ini.

Perhelatan akbar ini, panitia tidak menyediakan minuman dalam kemasan plastik, tetapi menyediakan fasilitas pengisian ulang air minum yang bisa dimanfaatkan oleh peserta yang ingin mengisi tumbler (botol minum isi ulang) miliknya. Menurut Khofifah,   sampah plastik sangat membahayakan lingkungan dan kesehatan manusia. Butuh waktu 1000 tahun agar plastik dapat terurai oleh tanah secara sempurna.

Ketua Muslimat Nahdalatul Ulama (NU) ini, juga meminta Tagana berperan aktif dalam pelestarian air dan lingkungan. Salah satu caranya melalui pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan. Apalagi wilayah Tengger Bromo memang saat ini masih membutuhkan suplai air yang cukup besar. Saat ini pemprov sedang koordinasi dengan pemkab Lumajang yang memiliki sumber air terdekat untuk ditarik ke wilayah Tengger–Bromo.

“Tanamlah pohon untuk menjaga ketahanan dan kualitas air tanah, selain untuk mencegah erosi. Salah satu pohon yang memiliki spesifikasi tersebut adalah trembesi. Sementara untuk wilayah rawan tsunami bisa dengan menanam cemara udang. Cemara udang dikenal pohon yang memiliki kekuatan menahan abrasi bahkan stunami. Umurnya bisa lebih lima ratus tahun, , ” tambah mantan Menteri Sosial ini.

Manfaat lain menanam pohon yaitu akan mengurangi dampak pemanasan global, menambah sumber oksigen di bumi, dan mengurangi polusi udara.Karena itu Gubernur khofifah mengajak semua Tagana yang mengikuti apel jambore dan bakti sosial di Bromo dapat melanjutkan tugas mulia ini di daerah mading- masing. Terhadap bibit pohon trembesi dan cemara udang, jika kesulitan mencari bibitnya, silahkan datang ke Jawa Timur. (nanang)