Surabaya,(bisnissurabaya.com)- Persaudaraan warga Jawa Timur/Jatim khususnya Surabaya dengan Papua terus dijalin. Hal itu terlihat, di Balai RW 2 Kelurahan Menur Pumpungan jadi saksi persaudaraan arek-arek Suroboyo ini dengan warga Papua.

Pasalnya, tempat itu menjadi lokasi syukuran mahasiswa asal Papua yang menyelesaikan kuliahnya di Surabaya. Acara yang dikemas dengan ucapan syukur dan terimakasih itu dihadiri Kepala Kelurahan Menur Pumpungan, Nurul Muzayanah, Perwakilan Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni Ibrahim, mahasiswa Papua yang baru diwisuda beserta orang tuanya dan RT/RW serta warga Kelurahan Menur Pumpungan.

Persaudaraan itu semakin terasa ketika mahasiswa Papua yang baru diwisuda bersalaman satu persatu kepada warga, sembari pamitan karena sudah lulus kuliah. Kepala Kelurahan Menur Pumpungan, Nurul Muzayanah, mengatakan, acara ini memang dikemas seperti syukuran karena ada mahasiswa Papua, khususnya dari Teluk Bintuni yang lulus kuliah.

Selain syukuran, acara ini untuk mengucapkan rasa terimakasih mahasiswa Papua yang telah lulus kepada warga sekitar. “Di Menur Pumpungan ini mahasiswa Papua itu kami dekatkan dengan warga. Mereka sering ikut kerja bakti dan berbagai kegiatan warga lainnya. Sehingga, ketika mereka lulus kuliah, ingin menyampaikan rasa syukur dan terimakasihnya kepada warga,” kata Nurul, ditemui di sela-sela acara, Sabtu (29/9) malam.

Menurut Nurul, di Surabaya, khususnya di Kelurahan Menur Pumpungan, mahasiswa Papua menyatu dengan warga dan sama-sama sadar mereka bersaudara dalam naungan NKRI. Makanya, warga sering menganggap mahasiswa Papua seperti keluarga. Karena mereka memang sangat dekat, warga pun tidak membeda-bedakan mahasiswa Papua dengan yang lain.

Salah satu mahasiswa yang baru lulus kuliah di Universitas Dr Soetomo, Philipus Godefridus Hindom, mengatakan, dirinya bersama mahasiswa Papua lainnya, terutama yang berasal dari Kabupaten Teluk Bintuni ingin menyampaikan terimakasih kepada warga Menur Pumpungan yang telah menerimanya selama ini. Sejak kuliah 2013, ia mengaku belum menemui masalah dengan warga sekitarnya.

“Setiap kali kami jalan, kami juga selalu disapa dengan baik, ada kegiatan warga, kami juga selalu ikut. Sehingga kami pastikan bahwa warga Surabaya itu baik-baik dan sangat ramah,” katanya. Ia juga menjelaskan bahwa jika kemarin banyak mahasiswa pulang kampung karena berbagai isu miring, ia mengaku tak tergoda untuk pulang kampung.

Pasalnya, dia melihat di lingkungan kos-kosannya, tidak ada masalah apapun. Sehingga tidak ada alasan untuk pulang kampung dan tidak melanjutkan kuliah. “Kemarin saya tidak pulang kampung, karena kami memang aman dan tidak terganggung dengan apapun. Jadi tidak ada alasan buat saya untuk pulang,” ujarnya.

Karena itu, ia menyampaikan terimakasih banyak kepada warga Surabaya, khususnya warga Menur Pumpungan yang telah mensupportnya selama menempuh pendidikan di Unitomo. Bagi dia, berbagai pelajaran hidup yang telah dijalaninya di Surabaya, akan bermanfaat bagi dia ke depannya. “Sekali lagi terimakasih banyak warga Surabaya, terimakasih banyak Bu Risma,” tandas Philipus.

Sementara itu, Ibrahim, salah satu perwakilan Pemerintah Kabupaten/Pemkab, Teluk Bintuni yang turut hadir dalam acara itu sangat mengapresiasi acara tersebut. Acara itu dinilai sangat luar biasa, apalagi hari ini mahasiswa Papua yang kuliah di Surabaya sudah bisa menyelesaikan kuliahnya di Surabaya. “Makanya, kami datang kesini sebagai bagian dari rasa syukur bahwa adik-adik kami telah selesai kuliah. Kami datang kesini bersama orang tua untuk menyaksikan adik-adik ini,” kata Ibrahim.

Menurut Ibrahim, mahasiswa Papua yang telah lulus kuliah ini akan menjadi harapan baru bagi Papua, khususnya bagi Kabupaten Teluk Bintuni. Sebab, mereka diharapkan bisa membantu mengembangkan Teluk Bintuni sesuai dengan disiplin ilmu mereka masing-masing. “Ilmu mereka semoga bisa diterapkan di sana (Teluk Bintuni). Apalagi, kami saat ini membutuhkan keperawatan dan ternyata hari ini ada yang lulus dari keperawatan, sehingga tentu ini sangat membantu kami,” ujar Ibrahim yang merupakan Kasi Pemerintahan Teluk Bintuni ini.

Karena itu, ia juga menyampaikan terimakasih banyak kepada warga Kota Surabaya dan jajaran Pemerintah Kota Surabaya yang telah menerima anak-anak Papua dengan baik. Ia juga sangat yakin bahwa warga Surabaya tidak membeda-bedakan mahasiswa Papua itu. “Saya lihat kekeluargaan ini sangat luar biasa, karena ternyata keluarga yang ada di Surabaya menerima kami sebagai bagian dari keluarga mereka. Kami juga merasa sama saja dengan saudara-saudara lainnya di sini, dan tidak ada perbedaan, ini sangat luar biasa, terimakasih banyak,” pungkasnya. (ton)