Surabaya, (bisnissurabaya.com)- Angka kelahiran bayi di Indonesia terbilang cukup tinggi. Berdasarkan data, di Rumah Sakit Umum Daerah/RSUD Dr Soetomo Surabaya, setiap tahun ada sekitar 1.200 kelahiran. Dari jumlah itu, 500   diantaranya merupakan kelahiran sebelum atau prematur. Bayi yang terlahir prematur, memiliki resiko lebih besar terhadap masalah kesehatannya. Karena itu, diperlukan pembekalan kepada orang tua mengenai resiko kesehatan.

Hal itu terungkap dalam acara Parents with Premature Infants/PRIMI merupakan acara berupa yang diadakan Centre for Indonesian Medical Students Activities/CIMSA Unair bekerjasama dengan Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSUD Dr Soetomo Sabtu (28/9) lalu. Dalam acar tersebut, diungkap bagaimana cara perawatan, nutrisi, dan tumbuh kembang bayi prematur agar orang tua menjadi lebih waspada dan siap menghadapi kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi.

Pembekalan dibutuhkan agar orang tua dapat mengetahui seberapa besar perkembangan anak mereka. Maka dari itu, keberadaan komunitas bayi prematur yang terorganisasi sangat diperlukan, agar ilmu dan pengalaman yang telah didapat masing-masing orang tua dapat dibagikan kepada satu sama lain.

Adapun tujuan diadakannya PRIMI, memfasilitasi orang tua yang memiliki bayi prematur untuk saling berbagi pengalaman dan ilmu serta membekali mereka dengan pengetahuan dasar mengenai bayi prematur. Mengingat komunitas bayi prematur di Indonesia, khususnya RSUD Dr Soetomo dan Surabaya yang telah terbentuk. Tetapi, belum saling terhubung antara satu dengan yang lainnya.

PRIMI dihadiri Wakil Dekan I Fakultas Kedokteran/FK Unair Prof Dr David Sontani Perdanakusuma, dr., SpBP-RE (K), Direktur Pendidikan Profesi dan Penelitian RSUD Dr. Soetomo, Prof Dr Cita Rosita Sigit  Prakoeswa, dr., SpKK (K), FINSDV., FAADV., Kepala Divisi Neonatologi Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSUD Dr Soetomo, Dr. Risa Etika, dr., SpA(K), beberapa staf Dept. Ilmu Kesehatan Anak RSUD Dr. Soetomo, termasuk Agus Harianto, dr., SpA(K), perawat NICU, serta Astri Pramarini, dr., IBCLC, selaku perwakilan komunitas bayi premature Indonesia.

Yang menarik, PRIMI juga dihadiri tujuh orang tua untuk menyampaikan kembali kisahnya saat intervensi pertama kami dihadapan para undangan yang merupakan orang tua bayi prematur yang baru saja keluar dari NICU RSUD Dr Soetomo. Intervensi pertama PRIMI juga tidak hanya datang dari Surabaya, sebagian merupakan orang tua yang berasal dari luar kota, seperti Mojokerto, Jombang dan Tuban.

“Pesan saya untuk orang tua dengan bayi prematur yakni agar mentaati jadwal kontrol agar tidak kecolongan,” pesan Dwi Anita, ibu dari Qiandra Aulia Risqia Ahmadi, bayi prematur yang lahir di RSUD Dr. Soetomo di minggu ke-32 kehamilan dengan berat 1,3 kilogram. (bw)