Sidoarjo, (bisnissurabaya.com)- Desa Jatirejo Kecamatan Porong salah satu desa yang terendam lumpur Lapindo. Pondok Pesantren (Ponpes) Abil Hasan Asy Syadzily yang berada di desa itupun ikut tenggelam. Makam pendiri Ponpes Almagfurlah KH Anas Al-Ayyubi, yang dimakamkan di pondok tersebut juga terdampak. Meski begitu, Almagfurlah KH Anas Al-Ayyubi, tidak dilupakan. Warga Jatirejo beserta santri ponpes selalu mendoakannya. Diatas bekas Ponpes Abil Hasan Asy Syadzily, rutin digelar pengajian. Ditanah lumpur yang mengering tersebut makam Almagfurlah masih ditandai. Dan di tempat tersebut setiap tahunnya digelar haul mendiang Almagfurlah KH Anas Al-Ayyubi yang wafat 2003 silam. Seperti haul yang ke- 16 yang digelar, Sabtu, (28/9) malam.

Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Syaifuddin SH hadir dalam dalam haul tersebut. Wabup memiliki cerita tersendiri dengan Almagfurlah KH Anas Al-Ayyubi. Silaturahmi dengan kyai NU tersebut saat dirinya berkecimpung di pencak silat Pagar Nusa. Menurutnya Almagfurlah KH Anas Al-Ayyubi adalah sosok kyai yang memiliki banyak ilmu. Pemahaman segala kitab yang ada sungguh luar biasa. Karena itu, dirinya melihat Almagfurlah KH Anas Al-Ayyubi adalah sosok kyai dengan referensi keilmuan yang lengkap.

“Ilmu apapun Kyai Anas luar biasa, sampai ilmu pencak pun dimiliki,” ucapnya. H Nur Ahmad Syaifuddin, mengatakan, sosok kyai yang memiliki referensi keilmuan yang lengkap seperti ini sangat dibutuhkan masyarakat. Masyarakat akan mudah memperoleh pencerahan dari sosok kyai seperti ini. Namun, berbeda dengan sosok kyai yang hanya memiliki referensi keilmuan sedikit. Sosok kyai seperti ini akan mudah mengatakan kafir maupun sesat. Pasalnya sumber-sumber keilmuan yang dimiliki tidak banyak.

“Jenengan sebagai warga, sebagai santri yang dahulu menikmati sinar ilmu  Almagfurlah pantas untuk kirim doa, harus begitu,” ujarnya. (rin)