Surabaya, (bisnissurabaya.com)- Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) ke XVI yang diselenggarakan 18-26 September berakhir. Jawa Timur/Jatim menempati posisi ke-3 sebagai provinsi terbanyak yang mendapatkan medali emas setelah DKI Jakarta dan Jawa Barat/Jabar. Dari total 22 medali emas yang diboyong Kontingen Jatim banyak disumbang tim dari Fakultas Ilmu Olahraga (FIO) Universitas Negeri Surabaya (Unesa), sebanyak 11 medali emas dalam berbagai cabang olahraga untuk putra dan putri. Selain itu, Unesa juga mempersembahkan 11 medali perak dan 22 perunggu.

Berdasarkan data perolehan medali konstribusi perguruan tinggi Jwa Timur pada Pomnas 2019, Unesa menjadi kampus terbanyak yang memboyong medali dengan total perolehan sebanyak 44 medali. Rektor Unesa Prof. Nurhasan mengatakan bahwa perolehan medali oleh atlet Unesa pada Pomnas tahun ini merupakan persembahan Unesa untuk Jatim. Menurut Prof. Nurhasan bahwa apa yang diperoleh mahasiswanya semoga bisa menjadi motivasi untuk para atlet dan pembina maupun pelatih untuk berprestasi di mata Nasional dan di mata Internasional.

Meski Unesa banyak menyumbangkan emas, namun Jatim masih berada di posisi ke tiga tahun ini. Maka dari itu, dengan hasil Pomnas tahun ini menjadi pijakan untuk mempersipkan diri pada Pomnas yang akan datang. “Kita usahakan, dan dari Unesa, agar Jatim bisa menjadi juara umum pada pekan olahraga mendatang,” ujar Rektor. Nurhasan menambahkan bahwa, kompetisi dalam olahraga bukan semata-mata untuk bersaing dan berorientasi pada hasil. Prestasi hanyalah bonus. Yang utama adalah pada usaha para generasi kita untuk berjuang dan membawa nama baik almamater dan daerahnya.

Nurhasan berharap, semangat atlet Jatim dan dari Unesa semakin terpupuk usai dari Pomnas yang baru ditutup akhir pekan lalu itu. Dia juga berharap bahwa olahraga bisa memupuk semangat kebersamaan dan bisa mendorong terciptanya persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. “Sudah saatnya, olahraga berperan menyatukan bangsa Indonesia. Lewat pomnas itu, bukan lagi membawa ego daerah, tapi membawa nama bangsa Indonesia,” kata Nurhasan. (Irwanda/stv)