Surabaya, (bisnissurabaya.com)- Walau Indonesia dan Taiwan belum mempunyai hubungan diplomatik yang resmi, bukan berarti tidak mempunyai hubungan yang erat dibidang ekonomi perdagangan, teknologi, dan kesehatan. Kedua negara sama-sama memiliki perwakilan kantor dagang dan ekonomi di ibukota masing- masing. Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei didirikan pada 7 Juli 1994, dan KDEI dibawah naungan Departemen Perdagangan. Sedangkan Taiwan memiliki Kamar Dagang Taiwan di Indonesia/Taiwan Economic Trade Office (TETO) di Indonesia, TETO  juga ada di Surabaya.

Jumlah pekerja migran Indonesia di Taiwan saat ini  sekitar 208.000 orang. Jumlah ini terbilang banyak, karena mencapai 10 pesen dari total jumlah pekerja migran Indonesia yang berada di luar negeri. Negeri yang luasnya mencapai 36.193 Km2 dan beribukota di Taipei ini memiliki penduduk sekitar  23.468.748 orang. Pemerintah Taiwan memiliki program kesehatan semacam BPJS yang tidak hanya menjangkau warganya, tetapi juga menjangkau pekerja migrant yang berada disana, termasuk tenaga kerja Indonesia.

“Pekerja migran di Taiwan termasuk TKI bisa berobat di berbagai rumah sakit pemerintah secara gratis seperti layaknya warga Taiwan,” kata Coordinator Of Office Of Planing Center Tao-Yuan General Hospital Ministry Health and Welfare, Elloy Hsiang- You KAN di sela- sela Taiwan Expo 2019 beberapa hari lalu di Grand City Convex Surabaya.

Rumah Sakit Tao-Yuan General Hospital Ministry Health and Welfare adalah rumah sakit yang berada di Tao-Yuan Taiwan yang melayani para pekerja migran. Sugiayem (36), adalah TKI  asal Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur yang pernah dirawat disana. Menurut hasil pemeriksaan, ditemukan adanya 3 gumpalan penyumbatan pada pembuluh darah dibagian otak yang mengakibatkan TKI mengalami kesulitan dalam berbicara dan melakukan aktifitas sehari-hari.

Taiwan Expo 2019 menghadirkan 180 exhibitor dari Taiwan dan menampilkan 190 booth pameran. Karena adanya kebudayaan dan kebijakan setempat, Taiwan Expo turut menghadirkan enam industri utama. Yaitu, teknologi pintar, pendidikan budaya dan pariwisata, perawatan kesehatan, makanan halal Taiwan, teknologi pertanian, dan gaya hidup. (nanang)