Surabaya, (bisinissurabaya.com)- Ada kebahagiaan dari seorang ibu muda yang membawa anak kecilnya. Ibu muda itu bernama Heranda (25) asal Tuban Jawa Timur/Jatim. Hera, tak bisa lepas dari anak semata wayang, sebut saja namanya Romanio (17 bulan), yang selalu ingin jalan meski saat itu banyak ibu muda lainnya yang juga membawa anak kecilnya yang berusia antara 1 tahun hingga 3 tahun.

Ternyata, ibu muda yang membawa anak kecilnya itu sengaja datang ke kampus Fakultas Kedokteran Unair ruang Amec lantai 3 untuk menghadiri acara Parent With Premature Infants (PRIMI) yang digelar Centre for Indonesian Medical Student Activities/CIMSA Unair Sabtu (28/9) kemarin. ” Saya datang jauh-jauh dari Tuban sengaja untuk menghadiri acara PRIMI ini di FK Unair,” kata Heranda, kepada bisnissurabaya.com, disela acara.

Menurut dia, dirinya sengaja datang ke Surabaya dengan membawa Romanio, yang baru berusia 17 bulan ini karena ingin mengetahui penjelasan dokter anak dari Unair. “Anak saya ini yang terakhir dan yang hidup,” cerita Hera, sambil menghela nafas. Sebab, kata wanita yang juga pengusaha salon kecantikan ini karena Romanio, sebetulnya lahir kembar dan merupakan kehamilan dirinya yang keempat.

Meski wanita berkulit putih ini baru berusia 25 tahun, namun, dia mengaku tiga kali hamil dan selalu bayinya meninggal dalam kandungan pada usia kandungan yang menginjak 6 bulan dan 7 bulan. Penyebabnya, karena Heranda, mengidap penyakit hipertensi/datang tinggi hingga pada angka 200.

Karena mengidap penyakit, hipertensi, menurut dokter yang merawat Hera saat hamil janin bayi yang ada dalam rahim kepanasan. Akibatnya, bayi meninggal dunia dalam kandungan. Dan itu berlangsung tiga kali kehamilannya selalu berakhir dengan kematian bayi dalam kandungannya. Dan pada kandungan yang keempat kali, Romanio dan kembarannya yang telah meninggal dunia setelah tiga hari kelahirannya pada April 2018 itu harus lahir Premature ketika usia kandungan 31 Minggu.

“Saya bersyukur, Romanio, bisa bertahan hidup hingga sekarang. Tetapi, kembarannya meningal dunia,” kata Hera, sambil menjelaskan saat kelahirannya yang keempat dan secara Premature, anak saya lahir kembar. Kini, Romanio, sudah berusia 17 bulan dan kasih saya ibunya terlihat sekali saat acara PRIMI tersebut. (bw)