Surabaya,(bisnissurabaya.com)- Pengembangan industri 4.0 dan ekonomi digital menghadapi tantangan. Namun, kendala itu tidak sebanding tingkat produktivitas yang masih rendah. Apalagi, ke depan Indonesia menghadapi banyak tantangan. Salah satunya adaya bonus demografi pada 2038-2040. Karena itu, seluruh pihak harus bisa mencari strategi terbaik untuk bisa memanfaatkan potensi bonus demografi tersebut.

Adanya Kadin Institute (KI) Jawa Timur/Jatim dibentuk sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan daya saing yang diperlukan dan dibutuhkan dengan peningkatan kapasitas institusional maupun personal (capacity building) melalui jalur pendidikan dan pelatihan. Didalamnya diharapkan dapat menghasilkan kinerja sumber daya manusia yang berkualitas dan berkompetensi dengan institusi yang profesional.

Hal ini sangat mendukung Program Prioritas Pembangunan Jatim. Direktur Kadin Institute, Jamhadi, menyatakan, keberadaan KI ini akan meningkatkan daya saing sumber daya manusia (human resources) dalam percaturan global. Sehingga dapat berdampak langsung terhadap pembangunan di Jatim.

Dengan memiliki, tujuan mencetak wirausaha yang profesional, berjiwa dan bersemangat patriotik- nasionalistik.

Atas dasar tekad itu, pihaknya berharap mencetak enterpreneur di Jatim sudah bulat. “Semua masyarakat bisa mendaftar tanpa dibatasi latarbelakang pendidikan dan usia. Mulai akademisi, pebisnis, komunitas, serta pemerintah turut didalamnya. Nanti, kami lakukan tes pembinaan dan pelatihan untuk mengarahkan, pendekatan kami adalah sebagai lembaga non profit disini,” kata Jamhadi, ketika ditemui di ruang kerjanya.

Untuk mendukung program pendidikan enterpreneur KI mendapat dukungan dari banyak perusahaan. “Kami juga menawarkan paket-paket khusus yang disediakan atas dasar kerjasama KI dengan perusahaan melalui program CSR-nya,” ujar mantan Ketua Kadin Surabaya ini.

Ia memaparkan, lembaga ini menjadi terobosan bagi Kadin sebagai salah satu upaya mendukung pertumbuhan ekonomi Jatim khusus disektor UMKM “KI akan menjadi pendobrak untuk mengubah mindset warga Jatim, mengejar keterlambatan mencetak pengusaha,” imbuhnya.

Lembaga KI, menurut dia, merupakan wadah untuk mencetak lahirnya banyak entrepreneur baru, termasuk mendidik dan memberikan advokasi bagi pelaku usaha baru yang ingin berkembang. “Sehingga, harapannya lahirnya banyak pelaku usaha baru di kota, bisa terus dilakukan. Salah satunya lewat lembaga KI ini,” tandasnya.

KI akan menempati gedung empat lantai di komplek kantor Kadin Jatim. Peserta pendidikan bisa memanfaatkan 16 ruang kelas berikut ruang auditorium dan laboratorium untuk menimba keterampilan. Ruang laboratorium yang tersedia, antara lain laboratorium bahasa dan tata boga. (ton)