Sidoarjo, (bisnissurabaya.com)- Untuk pertama kalinya, Universitas Maarif Hasyim Latif (UMAHA) Taman, Kabupaten Sidoarjo mempresentasikan 500 karya ilmiah mahasiswa dalam satu hari. Kegiatan ini dilakukan sebagai syarat mahasiswa sebelum mengikuti wisuda yang dilakukan 19 Oktober mendatang.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat  (LPPM) UMAHA, Khoirul Ngibad, S.Si., M.Si., mengatakan, presentasi karya ilmiah dilakukan secara paralel pada masing-masing kelas. Setiap mahasiswa dialokasikan waktu 15 menit untuk mempresentasikan dan menjawab pertanyaan dari peserta lain. “Kegiatan ini terbuka untuk umum, masyarakat di sekitar kampus juga diberikan kesempatan untuk ikut menguji karya ilmiah mahasiswa,” kata Khoirul di Sidoarjo, Sabtu (28/9) siang.

Menurut dia, kegiatan ini dilakukan untuk melatih mahasiswa berpikir logis dan sistematis, memiliki kepekaan ilmiah dan terhadap lingkungannya. Selain itu, kata dia, melatih mahasiswa agar mampu meneliti  fenomena  di  program studi  masing-masing sesuai peminatan. Sehingga mampu menerapkan metode  dan hasil penelitian yang telah dipelajari.

Selain mempresentasikan karya ilmiahnya, mahasiswa juga wajib mempublikasikan karya ilmiahnya pada sejumlah situs atau jurnal yang telah ditunjuk oleh cividas akademika. Karya ilmiah yang sudah dipublikasikan secara online dalam prosiding, dan juga setiap karya ilmiah ini sudah diuji tingkat plagiarismenya melalui software bernama Turnitin, yang selama ini belum ada komplain dari pihak manapun. “Artinya, mahasiswa kita ini betul-betul melakukan orisinilitas penelitian, yang sesuai dengan kaidah penelitian,” ucapnya.

Dia menambahkan, kegiatan ini sebagai tindak lanjut dari surat edaran Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Nomor 2050/E/T/2011 tentang kebijakan unggah karya ilmiah dan jurnal perguruan tinggi, dan Nomor 152/E/T/2012 tentang publikasi karya ilmiah. Serta, Permendiknas Nomor 17 Tahun 2010 tentang pencegahan dan penanggulanagan plagiat di perguruan tinggi, dan Nomor 22 Tahun 2011 tentang terbitan berkala ilmiah.

“Dari sana, kami pun kemudian memiliki kebijakan setiap mahasiswa yang akan mengikuti wisuda, untuk membuat dan mempresentasikan makalah ilmiah,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, pihaknya terus berupaya untuk mendorong seluruh sivitas akademika, khususnya mahasiswa mampu menghasilkan inovasi atau penemuan baru dari setiap penelitian yang telah di lakukannya. Khususnya yang berkaitan dengan tantangan di era revolusi industri 4.0 bahkan 5.0, sesuai dengan program studi yang digelutinya selama ini.

Terlebih kondisi saat ini, untuk dapat mendirikan sebuah prodi atau fakultas baru perguruan tinggi dihadapkan pada regulasi pemerintah yang cukup berat. Sehingga, dibutuhkan inovasi baru. Baik dalam hal pengajaran maupun penelitian.

Bersamaan dengan kegiatan presentasi 500 karya ilmiah mahasiswa, UMAHA juga menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Menyiapkan Generasi Emas di Era Disrupsi dan Revolusi Industri 4.0”. seminar tersebut menghadirkan Prof. Dr. Qomariyatus Sholihah, Amd.hyp., S.T., M.Kes., Guru Besar dalam Bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat dari Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Kalimantan Timur. Prof Qoqom menyandang predikat sebagai Guru Besar termuda di wilayah Indonesia Bagian Tengah dan Timur. (bw)