Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Lumpur Lapindo Sidoarjo sejak 2006 belum usai. Kini ada acaman lumpur serupa bagi warga Surabaya khususnya di kawasan Kutisari.

Senin (23/9) siang, semburan lumpur yang  bercampur gas juga muncul di kawasan Kutisari, tepatnya di rumah milik Lysawati Sutanto (59) di Jalan Kutisari Indah Utara 3 No 19 Tenggilis Mejoyo, Surabaya yang merupakan mess karyawan PT Klasik Prima Karpet yang dihuni dua pasang suami istri Setyawan dan Lisa.

Semburan pertama kali ditemukan Setyawan, sekitar pukul 13.00 Wib. Karena merasa curiga terhadap semburan yang semakin deras dicampur bau gas yang sangat menyengat, kemudian dia melaporkan kejadian tersebut kepada staf SDM perusahaan yang bernama Waskito.

Setelah dilakukan pengecekan ternyata semburan muncul dari bawah tanah di depan halaman rumah.Lalu Waskito, melaporkan  hal tersebut ke Kelurahan Kutisari.

“Menindaklanjuti laporan Waskito, maka petugas terkait turun langsung ke lokasi kejadian untuk  mengamankan dan mempelajari situasi  tempat mengeluarkan semburan.

Diantaranya, Perusahaan Gas Negara (PGN) melakukan pengecekan dan rencana akan melakukan pengerukan,” kata anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) yang bertugas di lokasi kejadian Zubaidulloh, kepada bisnissurabaya.com di Surabaya Senin (23/9).

Untuk semburan, sedikit demi sedikit dimasukkan karung supaya tidak meluber kemana-mana. Untuk saat ini luas tempat terjadinya semburan mencapai panjang 1,5 meter dan lebar 1 meter.

“Pihak PGN menghimbau kepada penghuni rumah agar tidak menyalakan api didekat lokasi yang mengeluarkan semburan dengan radius sekitar 5 meter. Karena dikhawatirkan semburan mengandung gas metan,” kata mantan Ketua Karang Taruna Tenggilis Mejoyo ini.

Camat Tenggilis Mejoyo telah memerintahkan agar sementara rumah harus steril dan tidak boleh ditempati, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Karena itu, pihak kecamatan sudah berkoordinasi dengan polsek untuk memasang police line di lokasi tersebut,” tambah Ketua Komunitas Muda-Mudi Surabaya ini.

Saat ini, pihak terkait sudah ada di lokasi kejadian. Diantaranya, PGN, Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat (BPB Linmas), Posko Terpadu Timur, Posko Terpadu Pusat, Satpol PP, Pemerintahan Kelurahan Kutisari, Pemerintahan Kecamatan Tenggilis Mejoyo,

Polisi Sektor/Polsek Tenggilis Mejoyo,Komando Rayon Militer Tenggilis Mejoyo, dan Tagana.(nanang)