Surabaya, (bisnissurabaya.com)- Tari Rejang Dewa sebuah tarian kesenian rakyat/adat Bali. Tarian itu ditampilkan secara khusus oleh perempuan dan untuk wanita. Gerak-gerik tari ini sangat sederhana namun progresif dan lincah.

Pagelaran tari Rejang Dewa ini biasa diselenggarakan di pura pada waktu berlangsungnya upacara adat atau upacara keagamaan Hindu. Tarian ini dilakukan/ditarikan oleh penari-penari perempuan Bali dengan penuh rasa khidmat, penuh rasa pengabdian kepada Dewa-Dewi Hindu dan penuh penjiwaan.

Tari Rejang ini merupakan tarian persembahan suci dalam menyambut kedatangan para dewa yang datang dari khayangan dan turun ke bumi. Tarian ini berfungsi sebagai ungkapan rasa syukur dan penghormatan mereka kepada dewa atas berkenannya turun ke bumi.

Penarinya mengenakan pakaian upacara yang meriah dengan banyak dekorasi. Menari dengan melingkari halaman pura atau pelinggih yang kadangkala dilakukan dengan bergandengan tangan.

Selain untuk upacara keagamaan, tak jarang Tari Rejang Dewa juga mengikuti berbagai festival/perlombaan. Seperti yang digelar dalam Festival Seni Keagamaan Hindu di Surabaya pada 17 – 21 September lalu. Tarian asal Bali tersebut sangat menarik pengunjung yang datang. “Yaaaaa….., saya sangat menyukai tarian tersebut dan menikmatinya,” kata salah satu pengunjung Festival Keagamaan Hindu, Angel, belum lama ini.

Tari Rejang merupakan satu dari sembilan warisan budaya dari Bali yang tidak akan hilang. Sehingga masuk warisan budaya dunia. Tarian ini, biasanya ditarikan oleh sejumlah penari wanita secara berkelompok atau secara masal. Umumnya, mereka bukanlah penari profesional, sehingga boleh dilakukan siapa saja. Baik wanita tua, setengah baya, maupun muda yang sudah didaulat atau disucikan sebelum menari. (ayu/fania)