Sidoarjo, (bisnissurabaya.com) – Gemerlap Tanggulangin yang redup beberapa tahun terakhir mulai dihidupkan. Karena itu, diperlukan dukungan dan pembentukan kembali paguyuban Usaha Mikro Kecil dan Menengah/UMKM agar kegiatan terlihat hidup.
“Saya sebagai wakil rakyat, ingin membangkitkan UMKM di Tanggulangin yang dulunya sempat down. Sekarang waktunya kita bangkitkan kembali dengan acara – acara positif seperti ini. Saya mendukung dan mengapresiasi kegiatan ibu – ibu ini,” kata anggota DPRD Sidoarjo, dari Fraksi Demokrat, Zahlul Yussar, saat kopi darat (kopdar) kewirausahaan UMKM, di Kecamatan Tanggulangin, Sabtu (14/9).

Ia mengatakan, untuk membangkitkan UMKM di Tanggulangin salah satunya dengan mengambil langkah membentuk paguyuban atau komunitas UMKM. Paguyuban UMKM yang sebelumnya sudah terbentuk namun tercerai-berai. Sehingga, dengan membentuk paguyuban UMKM yang baru, paguyuban tersebut akan dihidupkan kembali dengan diadakan kegiatan – kegiatan positif setiap bulan bahkan mingguannya.
“Sekarang kita bentuk lagi, kita kumpulkan yang kompak dan mengadakan kegiatan seperti ini setiap bulannya,” ujar laki – laki yang memiliki hobi berkuda ini. Zahlul berharap, dengan kegiatan seperti itu nantinya bisa membangkitkan kembali sedikit demi sedikit UMKM yang ada di Tanggulangin. Dan ini bisa menciptakan lapangan pekerjaan, serta UMKM yang telah mati bisa hidup kembali.

Penasehat kegiatan kopdar kewirausahaan UMKM Tanggulangin, Rosy Rahayu Art, menjelaskan, tujuan diadakan kopdar UMKM Tanggulangin untuk membangkitkan UMKM yang masih belum mempunyai produk ataupun masih memiliki produk dasar atau bawah. Sebab, menurut Rosy, Tanggulangin terkenal dengan UMKM-nya.

Banyak juga UMKM yang sudah berhasil, tetapi orangnya tidak memiliki waktu untuk berbagi ilmu dengan UMKM yang di bawah. “Saya melihat, teman-teman yang dibawah ini perlu diwadahi untuk mereka bisa bangkit,” kata Rosy. Dengan kedatangan anggota DPRD Sidoarjo pada acara Kopdar mereka akan tahu apa yang dibutuhkan UMKM.

Sebab banyak orang yang tahu produk UMKM hanya dibutuhkan pada saat ada kegiatan bazar. Padahal, dalam UMKM banyak orang yang berpotensi, memiliki keahlian dan keterampilan yang perlu dikembangkan dan diberikan perhatian. “Saya akan menggunakan kelembagaan, kekuatan saya untuk bisa membangun teman-teman UMKM. Tentu saja dengan dukungan mas Zahlul,’’ pungkasnya. (rin )