Gresik, (bisnissurabaya.com) – Untuk membendung paham yang menyimpang diperlukan upaya konkrit. Salah satu upaya itu adalah dengan mengadakan deklarasi. Hal ini agar suasana tetap sejuk dan damai Remaja Masjid (Remas) di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, melakukan deklarasi tolak intoleransi dan paham radikalisme. Itu dilakukan agar paham tersebut tidak mewabah ke pemuda di Kota Pudak.

Deklarasi ini dalam rangkaian kegiatan Musyawarah  Daerah (Musda) VII, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Gresik, Minggu (15/9). Ketua Pelaksana Musda Zainal Abidin mengungkap pihaknya sengaja melakukan deklarasi tolak paham radikalisme dalam Musda.

Suasana pembacaan deklarasi anti radikalisme dan intoleransi Remaja Masjid (Remas) se-Kabupaten Gresik.

Deklarasi itu, dikatakan Zainal dilakukan oleh remaja masjid se-kabupaten Gresik. Pihaknya menilai deklarasi itu penting untuk merespons maraknya fenomena intoleransi dan radikalisme yang menguat akhir-akhir ini. Dan lagi untuk membentengi gejala-gejala degradasi moral pada remaja.

“Dengan Islam rahmatan lil alamin, seharusnya paham-paham kekerasan seperti radikalisme dan terorisme tidak perlu ada. Selain itu juga membacakan poin-poin deklarasi diantaranya akan melaksanakan keislaman rahmatan lil alamin, menolak hoaks pornografi, narkoba. Remas jugab siap jadi kader yang memakmurkan masjid,” tandasnya.

Adanya industrialisasi, tambah pria yang tampak enerjik ini secara tidak langsung mengubah mindset pemuda. Dalam pandangannya, industrialisasi yang terjadi saat ini membuat para remaja sedikit banyak ada degradasi/ kemunduran.

“Sedikit banyak tentu ada kemunduran di remaja masjid, ada beberapa contohnya secara makro ada industrialisasi. Semangat menjadi kurang. Dari deklarasi ini kami berharap para remas kembali bersemangat memakmurkan masjid,” ujarnya.

Sementara itu M. Zaeni Ketua Umum DMI Kab. Gresik periode 2014 – 2019 menambahkan bahwa DMI turut membantu kelancaran program-program pemerintah. Seperti halnya organisasi lainnya.  Dia berharap ke depan, remaja masjid harus mempunyai program yang bisa bersinergi.

“DMI sebagai pembina remaja masjid  tentu berharap remas bisa bersinergi dengan takmir untuk memunculkan program-program untuk kemakmuran masjid,” imbuh Zaeni.

Sementara itu, Kapolres Gresik, AKBP Wahyu Sri Bintoro, yang turut hadir dalam acara tersebut mengapresiasi pelaksanaan deklarasi oleh remas terkait penolakan terhadap paham radikalisme.Kapolres berharap, melalui remaja masjid, paham radikalisme bisa ditangkal. Pada kesempatan tersebut mewakili  Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) Gresik, Kapolres didapuk untuk membuka acara pelaksanaan Musda DMI ini.

“Saya berharap dlm pelaksanaan musda ini menghasilkan  kepempimpinan DMI Kab. Gresik periode 2019 – 2024  yang amanah dan bisa membawa aspirasi untuk kemashlahatan umat,” harap Wahyu.Saat ini jumlah masjid  di Kabupaten Gresik tercatat sebanyak 1.199. (sam)