Surabaya,(bisnissurabaya.com)- Pada 2020 Indonesia akan memasuki era perdagangan bebas. Yaaa….., Era dimana semua produk dari seluruh dunia bisa masuk ke Indonesia. Begitu pula sebaliknya. Artinya, kaum milenial ini akan bersaing dengan pemuda dari seluruh dunia. Bukan lagi bersaing dengan sesama daerah di Indonesia.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan, Nufransa Wira Sakti, mengatakan MOFEST ini merupakan kegiatan edukasi dalam bentuk festival yang pertama kalinya diselenggarakan l Kemenkeu. Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan topik keuangan negara kepada generasi muda (millenials). Dengan demikian, pemerintah berharap kepedulian dan partisipasi milenial dalam memperkuat perekonomian Indonesia semakin besar.

“Kita selenggarakan untuk mempertemukan kaum generasi muda atau milenial dengan kementerian keuangan, dalam rangka mensosialisasikan atau membumikan APBN,” kata Nufransa seusai acara Mofest Talk di Surabaya Sabtu (14/9) siang.

Kebetulan, lanjut dia, Kementerian Keuangan mempunyai  program Indonesia emas di tahun 2045 dengan anak muda ini yang akan menjadi modal dasar pembangunan di masa yang akan datang. Karenanya, anak muda itu perlu disasar supaya mereka mengerti dan menguasai tentang APBN secara keseluruhan. “Terutama tentang bagaimana fungsinya dan menjalankannya. Sehingga diharapkan mereka bisa paham tentang APBN yang diselenggarakan pemerintah pusat,” katanya.

Menurut Nufransa, dalam mendukung program itu, pihaknnya sudah menganggarkan 20 persen di APBN untuk sektor pendidikan. Didalamnya, ada anggaran untuk dana abadi universitas, dana penelitian dan dana abadi untuk kebudayaan. Hal ini diharapkan dapat mengembangkan intelektual para generasi muda di negeri ini. “Kami juga sudah lama punya program LPDP untuk melanjutkan kuliah ke S2 dan S3,” imbuhnya.

Ia menambahkan, bahwa Kota Surabaya dipilih untuk menjadi lokasi acara MOFEST karena selain factor leadhership dari Wali Kota Risma, ia juga melihat generasi mudanya sangat potensial untuk dicontoh. Tentunya, ini ada peran dari pemerintah daerahnya untuk mengembangkan kapasitas anak mudanya. Sehingga layak dicontoh di daerah lainnya di Indonesia ini.

“Salah satu program kita untuk Indonesia emas adalah mereformasi birokrasi. Nah, Bu Risma ini salah satu contoh birokrasi yang sangat cair dan sangat cerdas dengan inovasi-inovasinya. Sehingga dia berhasil membawa Surabaya menjadi lebih bersih dan nyaman bagi para warganya. Sehingga ini bisa dijadikan contoh bagi daerah lain,” pungkasnya. (ton)