Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Dukungan terhadap upaya mengurangi defisit transaksi berjalan sangat diperlukan. Karena itu, Bank Indonesia/BI berperan aktif dalam mendorong akselerasi ekspor, termasuk produk UMKM. Upaya tersebut tidak mudah, mengingat terdapat beragam tantangan bagi UMKM untuk mampu diterima di pasar luar negeri.

Kepala Kantor Perwakilan BI Jawa Timur/Jatim, Difi Ahmad Johansyah, mengatakan, BI ingin menanamkan mindset kepada UMKM bahwa menembus pasar global bukanlah suatu hal yang mustahil. Untuk itu, BI Jatim melakukan berbagai program untuk memfasilitasi UMKM agar mampu menembus pasar luar negeri.

“Sebanyak 11 UMKM mitra BI se-Jatim dari wilayah Surabaya, Sidoarjo, Bojonegoro, Malang dan Kediri telah bekerjasama dengan importir asal Singapura, Anapana,” kata Difi, Kamis (12/9). Fasilitasi kerjasama BI Jatim membuka peluang pasar bagi UMKM Jawa Timur/Jatim untuk berekspansi ke pasar global. Tidak hanya Singapura, namun juga ke negara lain seperti Hongkong dan Kanada.

Pernyataan tersebut diperkuat Ketua Forum Industri Kecil Menengah (IKM) Jawa Timur/Jatim, Muhammad Oskar. Ia menyatakan, sinergi BI Jatim dengan Forum IKM telah dilakukan sejak 2018. “Si Taraa atau Okantara, produk yang saya kembangkan, saat ini telah diterima baik di pasar Singapura,” ujar Oskar.

Sinergi penguatan ekspor UMKM dengan menggandeng berbagai komunitas ini akan terus dilanjutkan, termasuk pendampingan pada UMKM agar mampu meningkatkan kapasitas dan kualitasnya untuk bersaing di pasar global. “Kami ingin UMKM Jatim bisa terus maju,” pungkas Difi. (ton)