Malang, (bisnissurabaya.com)- Sekda Jatim Heru Tjahjono menegaskan. Program transmigrasi dikatakan berhasil jika terwujud perpindahan keterampilan antara penduduk asal dan  setempat atau biasa disebut “transfer ketrampilan”. Atau, terwujudnya percampuran kemampuan antara penduduk pendatang dengan penduduk lokal. Penegasan itu dikemukakan Sekdaprov Jatim, Heru Tjahjono, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Badan Koordinasi (Kabakorwil) Pemerintahan dan Pembangunan III Prov Jawa Timur di Malang, Drs. Benny Sampir Wanto, pada saat membuka acara Rakor Bidang Ketransmigrasian dalam Rangka Pemantapan Pelaksanaan Transmigrasi di Jawa Timur, di Malang, Rabu (11/9).

Dengan demikian, salah satu tujuan transmigrasi, yaitu terwujudnya peningkatan kesejahteraan  masyarakat pendatang dan penduduk, dapat terwujud. “Salah satu contoh jenis transfer keterampilan yang perlu dilakukan, yakni keterampilan transmigran Jawa dalam penerapan sistem terasering dan transmigran Bali dalan mengelola subak pertaniannya,” ujarnya.

Menurut Heru, pelaksanaan program transmigrasi pemerintah pusat atau biasa disebut transmigrasi reguler untuk Jatim selalu tercapai 100 persen. Misalnya, 2017 sebanyak 80 KK (271 jiwa), dan 2018 sebanyak 53 KK (164 jiwa). “Transmigrasi reguler adalah program yang didanai pemerintah pusat” tambahnya.

Sementara itu, pada 2019 transmigrasi Jatim dilakukan sebanyak 180 KK yang tersebar di enam daerah. Yakni,  Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan, dan Kabupaten Toli-Toli Sulawesi Tengah. Juga, Kabupaten Muna dan Kabupaten Kolaka Timur Sulawesi Tenggara, serta Kabupaten Mamuju Sulawesi Barat.

Khusus untuk Kabupaten Bulungan, selain program transmigrasi reguler oleh pemerintah pusat, Pemprov Jatim juga menyelenggarakan “program transmigrasi khusus”. Yakni, program transmigrasi melalui sharing dana dengan Pemerintah Kabupaten/Pemkab Bulungan. Pada 2019 ini, tercatat 100 KK transmigran ikut dalam program ini.

Program khusus Pemprov Jatim telah dirintis sejak 2012, dan telah mengilhami dua provinsi lainnya. Yaitu Pemprov Jawa Tengah/Jateng dan DIY untuk melakukan hal sama. Dalam program ini, juga dibangun jamban keluarga dan sarana air bersih, dengan jumlah KK yang telah ikut bergabung dalam program ini sebanyak 800 KK (2.464 jiwa). (bw)