Jakarta, (bisnissurabaya.com) – Presiden Indonesia ketiga BJ Habibie, berpulang. ┬áNusantara kembali berlinang air mata. Salah satu putra terbaiknya kembali memenuhi panggilan penciptanya. Presiden ke-3 RI BJ, Habibie tutup usia. BJ Habibie meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto Rabu (11/9) pukul 18.03 WIB, pada usia 83 tahun.

“Kita kehilangan Bapak Habibie yang merupakan ilmuwan dunia. Bapak tekhnologi Indonesia, dan juga Presiden Indonesia ke 3, semoga Almarhum diterima disisi Allah SWT dan keluarga dapat meneruskan yang di cita-citakan beliau,” kata Presiden Jokowi kepada para wartawan.

Presiden Jokowi (baju putih) saat melayat jenazah Presiden ketiga Habibie. (Foto/ist)

Beberapa hari yang lalu Presiden Jokowi berkesempatan menengok Presiden Indonesia ketiga itu di rumah sakit. Untuk menghormati mendiang Presiden asal Sulawesi tersebut,  Presiden Jokowi menginstruksikan Mensekneg Pratikno, membuat surat edaran agar seluruh masyarakat mengibarkan bendera merah putih setengah tiang selama 3 hari mulai Kamis (14/9) tanda Indonesia berkabung.

Sosok BJ Habibie adalah se orang jenius, religius, dan visioner. Dialah Mr. Krack yang berkat teorinya, kelelahan (fatique) logam dalam pesawat yang mengakibatkan keretakan (krack) pesawat, dapat dideteksi. Berkat krack progression ini, pesawat jadi lebih aman dan resiko jatuh dapat dihindari sejak dini.

Dialah, penemu “Faktor Habibie”. Sebuah teori yang bisa meringankan operating empty weight (bobot pesawat tanpa berat penumpang dan bahan bakar) hingga 10 persen dari bobot sebelumnya. Bahkan, angka penurunan ini bisa mencapai 25 persen setelah Habibie, menyusupkan material komposit ke dalam tubuh pesawat.

Dialah perancang prototipe DO-31, pesawat baling-baling tetap pertama yang mampu tinggal landas dan mendarat secara vertikal. Dia pula yang membuat Indonesia CN-235 dan N-250, pesawat asli buatan Indonesia.

Tak heran, jika beliau dianugerahi Award von Karman (1992) dibidang kedirgantaraan. Gengsinya setara dengan hadiah Nobel.

Belum lagi, sejumlah gelar doktor kehormatan (Doctor of Honoris Causa) dari berbagai universitas terkemuka dunia. Antara lain, Cranfield Institute of Technology dan Chungbuk University. (nanang)