Surabaya,(bisnissurabaya.com)- Arianto alias Embik terancam hukuman penjara seumur hidup karena mengedarkan ganja 14 kilogram.

Dalam sidang majelis hakim yang dipimpin Jihat Arkanudin ini mengagendakan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Senin (9/9).

Dalam dakwaan yang dibacakan JPU Pompy Polsnsky, terungkap perbuatan dilakukan pada 28 April 2019 sekitar pukul 14.00 WIB, terdakwa menghubungi Wong Fals, jaringan narkoba di Lapas Porong.

Selanjutnya atas petunjuk Wong Fals sekitar pukul 16.00 WIB terdakwa mengambil ganja dengan cara diranjau di pinggir Jalan Pandaan Pasuruan. Yakni, dalam bentuk satu bungkus tas kresek warna hitam.

Setelah mendapatkan ganja  terdakwa pulang ke rumah kos terdakwa di Jl Kutisari Selatan 50 Kec Tenggilis Mejoyo Surabaya. Kemudian  menimbang ganja tersebut dan diperoleh sebanyak ± 500 gram ditambah bonus sebanyak 60 gram.

Pemesanan itu tidak dilakukan terdakwa sekali saja, namun berkali-kali hingga jumlah total ganja yang dipesan 14 kilogram.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (2) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman seumur hidup.

Sementara, kuasa hukum terdakwa Roni Basalamah dari LBH Lacak tidak mengajukan eksepsi atas dakwaan JPU. Dalam kesehariannya, Arianto berprofesi sebagai pengusaha sablon. (ton)