Surabaya,(bisnissurabaya.com) – Ribuan pelanggar bukti pelanggaran/tilang tampaknya rela berjubel di depan loket pelayanan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya.

Ribuan pelanggar ini merupakan dampak dari digelarnya program Operasi Patuh Semeru 2019 yang digelar kepolisian. Mereka harus rela mengantri sejak pagi untuk mengambil barang bukti tilang yang sebelumnya disita petugas Lantas Polda Jatim dan Polrestabes Surabaya.

Untungnya, pihak Kejari Surabaya sudah mengantisipasi kemungkinan terjadinya lonjakan jumlah pelanggar tilang ini, dengan mendirikan tenda-tenda di luar gedung untuk tempat pelanggar menunggu antrian. Penambahan petugas pelayanan, serta menerjunkan tim delivery tilang,

“Ada layanan delivery tilang turut membantu menciptakan solusi. Untuk delivery tilang sebelum sholat Jum’at yang order sekitar 300-an dan itu masih bisa bertambah,” kata Kasi Pidum Kejari Surabaya, Farriman Siregar.

Ia menambahkan, sebetulnya jumlah pelanggar yang diputus Pengadilan Negeri (PN) Surabaya hari ini sekitar 12.000. Namun, yang hadir ke Kejari Surabaya hanya sekitar 5000 pelanggar.

“Upaya lain, harusnya antrian ditutup pukul 13.00 WIB, ternyata sampai pukul 14.30 WIB masih dilayani. Bagi pelanggar yang datang terlambat dapat mengambil di hari Senin-Kamis seperti biasa,” katanya. (ton)