Surabaya, (bisnissurabaya.com)-  “Gantungkan cita-citamu setinggi langit,” Bung Karno. Kata -kata Bung Karno Sang Proklamator itu begitu membekas dihati Novi. Kata-kata itulah yang terus memotivasi dirinya untuk terus belajar hingga tercapai cita-citanya menjadi Hakim.

Dia juga ingin bisa menerapkan ajaran Bung Karno dalam kehidupannya sehari-hari. Yaitu, berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam budaya.

Karena dia tahu dengan belajar keraslah dia berdikari dalam ekonomi. Sehingga bisa keluar dari belenggu kesulitan hidup yang selama ini memasung dia dan keluarganya.

Nama perempuan cantik itu Noviana, akrab dipanggil Novi. Sejak sekolah di Sekolah Dasar/SD, dia bersama kedua kakaknya harus  mengamen di perempatan Ngagel Jaya. Walaupun dilarang kedua orang tuanya Sutrisno dan Karyatiningsih, dia tetap memaksa mengamen. Karena dia tahu ayahnya yang berprofesi sebagai tukang becak habis sakit punggungnya karena jatuh dari bangunan.

Novi, terus mengamen setiap hari. Hingga suatu ketika terjadi suatu peristiwa yang merubah jalan hidupnya. Saat itu, dia yang duduk di kelas 5 SD ditangkap Satpol PP dalam sebuah operasi. Kemudian dibawah ke kantor Satpol PP Surabaya, disana dia didatangi Walikota Surabaya saat itu Bambang DH.

“Pak Bambang DH, minta saya berhenti mengamen. Saya mau asal diberi kesempatan belajar sampai perguruan tinggi,” kata Wisudawan Terbaik Fakultas Hukum Unair 2019 kepada bisnissurabaya.com. Sabtu (8/9) kemarin.

Akhirnya Novi, berhenti mengamen. Dia fokus belajar, dari SD kemudian dia masuk SMPN 23, terus SMAN 9 Surabaya, dan berhasil masuk Fakultas Hukum Unair melalui jalur undangan.

“Sambil sekolah saya juga nyambi jualan dan melatih memanah,” jelas  peraih emas cabang olahraga panahan saat SMP ini.

Kemudian saat kuliah di Unair, dia mendapat bea siswa dari Chaerond Pokphand. Selain belajar,  perempuan cantik kelahiran Surabaya, 30 November 1985 ini juga magang di UKBH FH Unair. Untuk menambah pengetahuan, Novi, mengikuti khusus paralegal di Surabaya Children Crisis Center (SCCC).

Pada acara wisuda Universitas Airlangga Jumat (6/9) Noviana, menjadi bintang dan sorotan. Sebab, dia terpilih menjadi wisudawan terbaik Fakultas Hukum dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,94. Skripsinya yang berjudul ‘Pengadaan Barang dan Jasa Pada Badan Layanan Umum’ berhasil dipertahankannya dengan baik.

“Pak Bambang DH, turut merubah jalan hidup saya. Tanpa beliau, belum tentu jadi seperti ini. Saya sangat bersyukur dipertemukan dengan orang baik,” tambah penghobi baca buku dan nonton bioskop ini. (nanang)