Surabaya, (bisnissurabaya.com)- Ingat jaran kepang. Yaaaa……, kesenian khas Jawa Timur/Jatim ini tak akan hilang ditelan zaman. Apalagi, Jaranan merupakan kesenian yang memiliki asal beragam dan sejarah yang cukup panjang. Kesenian ini lahir saat kerajaan kuno Jatim berdiri. Sehingga bisa dikatakan, bahwa kesenian ini merupakan tradisi leluhur dari masyarakat Jatim.

Menyebut kesenian jaranan, sering kali orang mengaitkannya dengan hal-hal mistis. Sebab, dalam rangkaian kesenian itu, selalu ada aksi orang sedang kesurupan. Salah satunya adalah, Sanggar Seni Prajanara Lakar Budaya.

Sanggar yang didirikan Mbah Kasmadi, ini berdiri sejak 2017. Perkembangan dari tahun ke tahun terus membaik. Awalnya, peminat menjadi pemain jaranan hanya sedikit. Namun, seiring berjalannya waktu, peminat kesenian ini terus bertambah mencapai 50 orang. Sebagian besar adalah anak-anak hingga dewasa.

“Setiap tahun pasti ada yang mendaftar. Biasanya, sih mulai dari anak SD sampai SMP yang berminat,” kata Mbah Kasmadi, kepada bisnissurabaya.com Minggu (8/9) pagi, sambil menjelaskan bahwa mereka sering ditanggap untuk mengisi acara-acara di beberapa desa atau pesta rakyat.

 

Sanggar Prajanara, biasa mendapat undangan atau panggilan. Dalam satu kali panggilan, mereka mendapatkan penghasilan yang tak sedikit. Yakni, antara Rp 15 juta – Rp 20 juta. “Sebenarnya, selain mendapatkan undangan, sanggar ini juga mengikuti lomba-lomba kesenian jaranan. “Kami pernah ikut lomba jaran kepang tingkat provinsi yang diadakan di Trenggalek. Alhamdulillah, bisa masuk sepuluh besar,” ujar pria 60 tahun ini dengan penuh kebahagiaan. (ayu)