Jakarta, (bisnissurabaya.com)- Operator telekomunikasi terus berlomba menciptakan inovasi. Salah satunya, PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) terus memperkuat jaringan data berkualitas di luar Jawa sebagai langkah strategis untuk memperkokoh fondasi bisnis di masa depan. Presiden Direktur & CEO XL, Dian Siswarini, meyakini, infrastruktur jaringan data yang kuat di luar Jawa mampu meningkatkan kualitas layanan sekaligus menopang perusahaan dalam memperbesar pangsa pasar. Selanjutnya, XL terus memaksimalkan manfaat produk layanan data melalui penerapan strategi dual brand.

Dia mengatakan, akan terus menjalankan strategi 3R dengan terus melakukan pengembangan dan perluasan infrastruktur jaringan khususnya di luar Jawa, serta melanjutkan strategi dual brand yang terbukti mampu memberikan hasil yang sangat bagus bagi XL dalam 3 tahun terakhir.  “Hingga saat ini kami on track, berada di jalur yang sesuai rencana dan terbukti mampu membuahkan kinerja yang diharapkan. Kami yakin, trend pertumbuhan yang diraih sepanjang 1H 2019 akan terus berlanjut hingga akhir 2019 nanti,” kata

Dian menambahkan, hingga memasuki semester kedua 2019, 60 persen capex tahun ini telah terserap, yang sebagian besar diantaranya untuk melanjutkan perluasan jaringan data di banyak area luar Jawa yang mengalami peningkatan trafik data secara signifikan. Fokus pada perluasan jangkauan di luar Jawa ini memberikan hasil yang sepadan, trafik dari luar Jawa telah meningkat pesat dan mendorong pertumbuhan pendapatan.

Menurut dia, semester 1/ 2019, XL telah menyelesaikan 90 persen dari target rollout jaringan dengan sekitar 19.000 BTS baru, sebagian besar berada di luar Jawa. Kini layanan 4G tersedia di 292 kota/kabupaten di luar Jawa dengan lebih dari 14.000 BTS 4G di luar Jawa. Dari total 408 kota/kabupaten seluruh wilayah di Indonesia yang ditopang lebih dari 37.000 BTS 4G.

XL berharap, hingga akhir 2019 nanti akan mampu memberikan layanan 4G ke 440 kota/kabupaten dan jumlah total jumlah BTS mencapai lebih 135.000 unit. Dengan demikian, layanan XL mencapai 95 persen dari populasi Indonesia.

Selain itu, XL gencar melaksanakan fiberisasi jaringan baik di Jawa maupun luar Jawa. Fiberisasi akan mampu meningkatkan kapasitas jaringan transport hingga lebih dari 5x lipat dibandingkan transport bukan fiber. Berdasarkan trend kenaikan trafik data XL  dalam dua tahun terakhir, kenaikan di Jawa lebih 5 kali lipat dan luar Jawa 3 kali lipat. Untuk itu, peningkatan kapasitas melalui fiberisasi menjadi kebutuhan yang urgen guna menjaga kenyamanan pelanggan dalam mengakses layanan data dan internet.

Hingga saat ini, fiberisasi jaringan XL sudah mencapai 30 persen dari total jaringan, dan mencakup semua ibu kota provinsi dan kota-kota besar di Jawa, Madura, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Lombok. Area tersebut sudah memerlukan jaringan fiber karena mengalami pertumbuhan data yang signifikan. Target XL, hingga akhir 2019 nanti 50 persen BTS akan terhubung dengan jaringan fiber, dan akan terus ditingkatkan menjadi 70 persen pada akhir 2020.

Untuk memperkuat infrastruktur di luar Jawa, XL  memanfaatkan program Universal Service Obligation (USO).

Seiring dengan pembangunan infrastruktur data, XL terus memaksimalkan nilai manfaat dari produk layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Dalam hal ini XL mengoptimalkan strategi dual brand yang sebelumnya sudah teruji. Saat ini, XL memiliki dua brand untuk layanan prabayar, yaitu XL untuk segmen pelanggan kalangan blue collar dan AXIS untuk segmen muda. Pada layanan pascabayar, XL memiliki merek XL Prioritas yang membidik segmen pelanggan yang mapan secara ekonomi.

Optimalisasi ini ditujukan untuk meningkatkan jangkauan pasar. Untuk itu, XL juga akan memperkuat jalur distribusi di area-area baru sesuai dengan perluasan jaringan yang dilaksanakan. Selain itu, XL juga memanfaatkan data analytic guna mendorong monetisasi dan retensi dari setiap pelanggan dengan kebutuhan yang beragam.(bw)