Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Pesatnya perkembangan tehnologi semakin memudahkan orang  dalam menjalani aktifitas kehidupan. Mulai  up date informasi, komunikasi, transportasi sampai urusan pekerjaan  yang sudah mulai non-manual. Akses informasi dan komunikasi dunia pendidikan  juga mengalami perkembangan  pesat terbukti dengan semakin meningkatnya kemampuan generasi Milenial (Gen Y). Kita bisa lihat dari berbagai penemuan unggulan para wisudawan Semester Genap Tahun Akademik 2018/2019  Universitas Widya Mandala Surabaya (UKWMS ) yang siap menjawab kebutuhan dan tantangan zaman serta hadirkan temuan temuan handal yang siap menjadi solusi masyarakat moderen.  Tidak sekedar bermanfaaat bagi sesama, tetapi mampu menginspirasi, geerasi muda lainnya  untuk  berkreatfitas lebih baik.

Universitas Katholik Widya Mandala Surabaya  kembali menggelar upacara Wisuda  Semester Genap Tahun Akademik 2018/2019  di Hotel Shangrila Surabaya (7/9). Wisuda kali ini mengukuhkan  589 Wisudawan. Terdiri dari Pascasarjana 22 Wisudawan, Strata Satu (S1) 532 Wisudawan, Diploma Tiga (D3) 35 Wisudawan. Pada Upacara Wisuda ini juga akan memberikan penghargaan kepada Mahasiswa Berprestasi Akademik Terbaik sebanyak 20 Wisudawan dan  Mahasiswa  peraih  predikat   Aktif  Berprestasi sebanyak 11 Wisudawan.  Tidak sekedar berprestasi , para wisudawan  ini juga  menghasilkan karya karya ilmiah yang dhasilkan melalui proses  penelitian penelitian panjang  sehingga menghasilkan  temuan-temuan terbaru  yang siap  menjadi solusi iberbagai  problematika masyarakat di abad ini.  Karya ilmiah tidak hanya terbatat problem  yang menjadi fenomena saat ini tetapi juga temuan yang siap untuk dikembangkan untuk menjadi karya.

Minimalisir Sampah Plastik dengan Edible Spoon

Minimalisir Sampah Plastik dengan Edible Spoon Keprihatinan terhadap menggunungnya sampah dan tidak dikelola dengan baik  menggelitik Sofianna Margareth Sulaiman dari Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (FTP UKWMS) untuk berkreatifitas dan berinovasi   menghasilkan karya  edible spoon. Fakta yang ditemukan  University of Georgia menyatakan bahwa timbunan sampah plastik dunia saat ini mencapai terdapat 275 juta ton, di mana  12,7 juta ton mencemari laut. Di Indonesia sendiri, setiap tahunnya menghasilkan 3,22 juta ton sampah  plastik  yang belum dikelola dengan baik.

Dari serangkaian penelitian Sofi, lahirlah Edible Spoon( Sendok bisa dimakan yang dikreasikan dari bahan pati kentang dan tepung maizena sebagai pengikat. Sendok sekali pakai ini bisa dimakan atau dibuang usai pemakaian dan tidak akan mencemari  lingkungan. Karena edible spoon ini mampu   bertahan satu jam (makanan dingin/es krim) dan 10 menit untuk makanan panas.

“Untuk membuat sendok dibutuhkan waktu kurang lebih dua jam sampai jadi. Mulai dari pencampuran bahan, pengulenan, pencetakan hingga pengovenan dan jadilah edible spoon tersebut,” jelas Wisudawan Akademik Terbaik dari Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (FTP UKWMS).

Aplikasi Deteksi Volume Cairan Infus Akurat Via Smartphone.

Jose Maria Leao Filipe

Temuan unggulan lainnya adalah Aplikasi Computer Vision untuk memonitor cairan infus karya Jose Maria Leao Filipe dari Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (FT UKWMS).  Di bawah bimbingan Hartono Pranjoto, Ph.D. dan Widya Andyardja, Ph.D, Jose yang baru merampungkan summer camp di Taiwan Tech, sebuah inovasi berupa Aplikasi Computer Vision untuk memonitori cairan infus Jose mengembangkan aplikasi berbasis android. Butuh satu bulan baginya untuk mempelajari Android Studio sampai berhasil menghasilkan sebuah aplikasi tersebut. Inovasinya,  berupa kamera yang diinstalasi di tiang infus, untuk menangkap gambar dari volume infus yang terpasang. Selanjutnya, secara real-time (waktu nyata) gambar volume infus tersebut dapat dilihat melalui aplikasi, komputer, dan website. Aplikasi ini hanya bisa diakses apabila ponsel pintar telah terhubung dengan server atau access point (titik akses) rumah sakit. Tujuannya agar informasi hanya bisa diakses oleh satu kawasan saja yaitu rumah sakit atau klinik yang bersangkutan. Dengan kemampuan otomatis update gambar tiap 2,5 menit dan mudah digunakan, tidak hanya  memudahkan pekerjaan perawat  memantau volume infus pasien tetapi juga  kemudahan dalam mendeteksi error.

Membangun Pengaruh Positif bagi Generasi Millenium.

Muchammad Reza Pratama Putra

Membangun Pengaruh Positif bagi Generasi Millenium. Muchammad Reza Pratama Putra, Menyadari bahwa kesempatan tak akan  pernah datang dua kali.  Muchammad Reza Pratama Putra( Ejak) dari Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (FIKOM UKWMS) memaksimalkan seluruh potensi dirinya untuk berprestasi semaksimal mungkin. Hailnya, ia mampu peraih segudang  gelar dan prestasi, di antaranya, gelar runner up ketiga Putera Indonesia Jawa Timur 2019, , Putera Indonesia Masculine 2019, dan Most Inspiring in Health Putera Indonesia 2019.  Di ajang  Putera Indonesia 2019, Ejak  mampu memenangkan  dua kategori yang terkait dengan kesehatan tubuh. Ia sendiri aktif berprofesi sebagai  Professional Trainer dan Cardio Workout Instructor dan Master of Ceremony serta freelance model.

Sukses di negeri sendiri,  Ejak mulaI merambah  ajang Internasional. Yakni WFF Dennis Worldwide Classic Pro/AM Championship 2019 yang diselenggarakan di Singapore dan berhasil menyabet  3rd Placed WFF (World Fitness Federation) Dennis Worldwide Classic Pro/Am Championship Singapore 2019.. Prestasi demi prestasi yang berhasil mengantarnya meraih predikat Mahasiswa Aktif Berprestasi dalam Wisuda Semester Genap Tahun Akademik 2018/2019/ Detil penemuan Ejak terangku dalam penelitian akhir yang dia beri judul “Sikap Peserta BPJS Kesehatan di Kantor Cabang Utama BPJS Kesehatan Mengenai Pesan “Dengan Gotong Royong Semua Tertolong” Program JKN-KIS pada Media Komunikasi Miliki BPJS Kesehatan”.(nora)