Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Dua srikandi Partai Demokrat akhirnya dijebloskan penjara. Mereka adalah, Ratih Retnowati dan Dini Riyanti, oleh penyidik pidana khusus/Pidsus Kejari Tanjung Perak langsung digiring dan dititipkan ke sel Kejati Jawa Timur/Jatim. Kedua anggota DPRD kota Surabaya periode 2014-2019 ini ditahan usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus korupsi jaring aspirasi masyarakat/Jasmas selama 5 jam, mulai pukul 11.30 WIB hingga 16.30 WIB.

“Penyidik melakukan penahanan pada tersangka Ratih Retnowati dan Dini Riyanti. Keduanya ditahan dalam rangka proses penyidikan kasus korupsi jasmas 2016,” kata Kajari Tanjung Perak, Rachmad Supriady, di Surabaya, Rabu (4/9). Ia menjelaskan, dalam kasus ini, Ratih dan Dini, berperan aktif dalam mengkordinir proposal jasmas dari Agus Setiawan Tjong selaku pelaksana proyek ini yang telah lebih dahulu divonis 6 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor Surabaya.

“Perannya sama dengan empat anggota dewan yang lebih dulu sudah kami tahan,” ujarnya. Saat ditanya terkait pengajuan permohonan praperadilan yang dilayangkan keduanya ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kajari Rachmad, mengaku akan siap menghadapinya.

“Kita sudah siap untuk membuktikan bahwa apa yang sudah dilakukan penyidik sudah sesuai dengan prosedur,” kilah Rachmad. Seperti diketahui, Ratih Retnowati, dan Dini Riyanti, diperiksa 5 jam sebagai tersangka jasmas. Usai diperiksa, keduanya langsung dikeler ke mobil tahanan dengan pengawalan ketat dari tenaga pengamanan internal Kejari Tanjung Perak dan tiga Polwan dari Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

Selanjutnya, Ratih dan Dini, dimasukkan ke mobil tahanan Pidsus Kejari Tanjung Perak dan dijebloskan ke cabang Rutan Kelas I Surabaya di Kejati Jatim. Keduanya ditahan selama 20 hari kedepan dengan alasan normative. Yakni, dikhawatirkan akan menghilangkan barang bukti/bb dan mempengaruhi saksi dan mengulangi perbuatan yang sama.
Di dalam mobil tahanan, Ratih, terlihat pasrah, sementara Dini Rahmawati, berusaha menutupi rasa malunya dengan mengenakan kaca mata hitam. (ton)