Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Ada perbedaan antara badan hukum koperasi dan pengusaha. Sebab, bila atas nama pengusaha melakukan ekspor/impor dikenakan beaya, Tetapi bila yang melakukan koperasi yang telah memiliki badan hukum tidak dikenakan beaya.

Hal itu dikemukakan Menteri Koperasi dan UMKM, AA Puspayoga, disela peresmian Hotel Mukmin Mandiri & Koperasi Pengrajin Emas Nusantara di Surabaya Rabu (4/9) siang. ‘’Jadi harus dibedakan yaaa. Kalau pengusaha yang melakukan ekspor/impor tetap dikenakan beaya. Tapi, kalau koperasi yang melakukan ekspor/impor bebas beaya,’’ kata Puspayoga, yang juga mantan Wagub Bali ini.

Menkop Puspayoga (depan) sedang menandatangani prasasti. (Foto/bw)

Misalnya, ada 125 pengrajin emas ini  mendirikan koperasi yang berbadan hukum resmi. Setelah memiliki badan hukum koperasi, kemudian koperasi ini melakukan ekspor dan impor. ‘’Kalau koperasi yang didirikan pengrajin emas ini melakukan ekspor/impor tanpa beaya. Tapi, kalau pengusaha emas yang melakukan ekspor/impor tetap dikenakan beaya sesuai aturan yang berlaku,’’ tambahnya.

Karena itu, Menkop Puspayoga, sangat mendukung pendirian Koperasi Pengrajin Emas Nusantara, yang merupakan unit usaha Ponpes Mukmin Mandiri. Dengan demikian, hal ini sesuai dengan harapan pemerintahan Presiden Jokowi dan Wapres Yusuf Kalla, yang meminta pertumbuhan ekonomi meningkat harus diikuti pemerataan usaha.

Sementara, Pendiri Ponpes Mukmin Mandiri, Kyai Zaki, mengatakan, Hotel Mukmin Mandiri dan Koperasi Pengrajin Emas Nusantara, yang hari ini diresmikan Menkop Puspayoga, ini merupakan unit bisnis dari Ponpes Mukmin Mandiri. ‘’Jadi, ponpes kami tidak banyak berharap dari donatur. Karena Ponpes Mukmin Mandiri, memiliki unit usaha kopi, hotel dan koperasi yang dapat membeayai ponpes,’’ ujar Kyai Zaki, ini.

Karena itu, dia berharap, unit usaha yang baru seperti hotel dan koperasi ini bisa berjalan dengan baik. Sehingga dapat membeayai operasional ponpes. (bw)