Sidoarjo, (bisnissurabaya.com)- Kiprah Cheff muda. Hotel Fave Sidoarjo terbilang baru, karena berdiri beberapa bulan lalu. Namun, hotel yang terletak di Jalan Jenggolo Sidoarjo ini memiliki tingkat okupansi yang lumayan tinggi.

Selain menawarkan kenyamanan kamar, dan ballroom besar yang bisa memenuhi berbagai keperluan acara seperti pernikahan, launching produk, sampai seminar, atau rapat besar.

Hotel yang bernaung dibawah group Archipelago ini juga menawarkan program Kongkow Nang Salasar sambil ditemani musik akustik, yang bertujuan memberikan kenyamanan suasana sambil menikmati kelezatan berbagai menu masakan yang disediakan restoran hotel dengan all you can eat (membayar  dengan satu harga untuk semua) yang relatif murah yaitu Rp 50.000 nett.

 

Rawon iga sapi dan  mix seafood adalah menu andalan yang ditawarkan Fave untuk menjamu  tamu yang datang berkunjung. “Rawon iga sapi yang menggunakan iga 400 gram hanya dibanderol Rp 80.000 nett, dan mix seafood  yang terdiri dari kepiting, cumi, kerang, udang, dan ikan dibumbui saus sichuan hanya dipatok Rp 110.000 saja,” kata Head Cheff Fave Sidoarjo, Budi Wijaya, kepada bisnissurabaya.com Selasa (3/9).

Selaku Head Cheff, Budi, memang sangat profesional dalam menjalankan tugasnya. Lelaki kelahiran Jogja 4 Oktober 1984 ini begitu memperhatikan Standard Operasional Procedure (SOP),  mengutamakan kualitas, dan  mampu melihat kemauan pasar serta keinginan tamu.

“Hotel mewajibkan kami untuk bisa memenuhi  keinginan tamu long stay yang menginginkan masakan khusus. Seperti menu diet carbo, diet ayam, serta vegetarian,” kata alumni Akademi Pariwisata AMTA Jogjakarta ini.

Pengalaman yang didapat dari berbagai hotel dan resto sejak lulus kuliah, mulai dari restoran di Bangka Belitung, Sahid Jogjakarta, Green House Jogja, Fave Jogjakarta, Garage Hotel Jogjakarta,  membuat Budi mampu bekerja profesional sesuai panggilan tugas.

“Memang benar memasak itu butuh mood (suasana hati yang bagus) supaya masakannya tetap lezat. Tapi sebagai cheff yang profesional saya tidak terpengaruh dengan mood,” jelas  pengagum Cheff Candra dan Cheff Danny Frederick ini.

Salah satu prinsip Budi, bekerja adalah menyenangkan. Karena itu dia tidak sedih walaupun seringkali harus tetap bekerja saat orang lain libur. Misalnya, saat Idul Fitri.

“Sebagai manusia biasa kadang sedih juga saat melihat orang lain mudik atau liburan, tapi namanya kewajiban pekerjaan wajib diutamakan,” tambah pemenang pertama lomba memasak olahan bandeng yang diadakan Pertamina Jogjakarta ini.

Keinginan terbesar Budi, adalah ikut mendukung Fave Sidoarjo sebagai prototype 2020, dengan memviralkan segala layanan dan fasilitas yang ada. (nanang)