Gresik, (bisnissurabaya.com) – Jika kita pergi ke Kota Gresik dan ingin mencari warung kopi (warkop) tentu 100 persen tidak akan kesulitan. Di dalam kota, di pinggiran maupun di pelosok desa, gampang dijumpai tempat yang murah meriah ini.
Dan uniknya walaupun tempat Warkop itu berjejer atau berdekatan, pelanggannya ada saja. Berdiri warung baru tak seberapa lama dihampiri peminat. Dan lambat laun pengunjung menjadi ramai. Gresik, selain berjuluk Kota Santri dan Kota Pudak, Kabupaten ini juga dikenal sebagai kota sejuta warung kopi.

Maklum, hampir di semua sudut kota ini tak sulit kita warung-warung yang beroperasi sepanjang waktu. Kondisi ini tak lepas dari kebiasaan masyarakat yang begitu gemar nongkrong di warung. Tua, muda, ulama, pejabat, wakil rakyat, pengusaha, aparat, mahasiswa, pedagang, tukang becak, buruh dan berbagai kalangan di Gresik seperti tak bisa lepas dengan warung kopi.

Seperti di warung yang berada di sebelah timur alun-alun Gresik. Disini sudah menjadi pemandangan umum ketika ada pejabat, PNS, mahasiswa, tukang becak, tukang parkir dan sejumlah kalangan lain ngopi bareng. “Tujuannya kan ngopi, di cafe atau di warung kopi sama saja. Malah rasanya lebih nyaman ketika ngopi di warung-warung seperti ini,” kata Nur Qolib, politisi dari salah satu partai saat ngopi di Warkop beberapa waktu lalu.
Sejumlah anggota dewan dan para ASN DPRD Gresik juga hampir setiap hari nongkrong di warung ini. Mengingat lokasinya tidak jauh dari gedung perwakilan rakyat itu. Kondisi itu juga terjadi di sebagian besar warung-warung di kawasan kota. Di sepanjang jalan Jaksa Agung Suprapto misalnya.

Ada sejumlah warung yang menjadi langganan pejabat, mulai kelas Kepala Dinas, Kepala Bagian, sampai pejabat-pejabat di berbagai perusahaan swasta di Gresik. Sejumlah pejabat lain di lingkungan Pemkab Gresik juga demikian. Mereka mengaku sudah terbiasa ngopi di warung-warung pinggir jalan, bukan di kafe-kafe seperti orang kota pada umumnya.

Bahkan, Wakil Bupati Gresik Mohammad Qosim pun punya kegemaran yang tak jauh beda. “Kalau sudah ngopi di warung itu rasanya fresh. Kan ada sejuta solusi dalam secangkir kopi,” kelakar Qosim saat ngopi di Warung Paijo, Warkop yang berada di kawasan GKB (Gresik Kota Baru), beberapa waktu lalu.

Kini warkop-warkop itu melengkapi keberadaanya dengan memberi fasilitas yang dibutuhkan masyarakat sekarang. Yaitu Wifi, saluran internet yang bisa dikoneksikan ke handphone (hp). Dari perangkat hp ini seseorang bisa mengakses aplikasi yang ada dalam hp.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian dan UKM Gresik, Budiono, mengatakan, soal jumlah warkop di Kota Pudak sudah ribuan jumlahnya. Dan untuk pembinaannya masuk ke dinas yang dipimpinnya. Untuk dapat nongkrong di warkop tidak harus membutuhkan kocek yang tebal. Bawa 1 lembar uang Rp 5 ribu-an sudah cukup. Mengingat harga kopi di Kota Pudak ini percangkirnya hanya berkisar Rp 3.000 – Rp 4.000. Dan itupun sudah bisa menikmati fasilitas Wifi sepuasnya. Menurut pengunjung warkop, selain sebagai sarana hiburan di tempat ini juga bisa sebagai solusi untuk merembug dan menuntaskan masalah. (sam)