Surabaya,(bisnissurabaya.com)- Tri Susanti, alias Mak Susi, akhirnya ditahan. Tersangka kasus rasisalis dan penyebaran berita hoaks yang memicu aksi massa terhadap Asrama Mahasiswa Papua Jalan Kalasan Surabaya, setelah diperiksa selama 12 jam, terpaksa harus berakhir di penjara Selasa (3/9) dini hari.

Kuasa Hukum Susi, Sahid, mengatakan, penahanan terhadap kliennya berlangsung selama kurun waktu 1 x 24 Jam. “Yaaa….., sementara Bu Susi ada penangkapan atau penahanan 1 kali 24 jam,” ujar Sahid.

Mak Susi, sebelumnya menjalani serangkaian pemeriksaan di ruang Siber Ditreskrimsus Mapolda Jatim, pada Senin (2/9) kemarin. Setelah pemeriksaan dilakukan selama 11 jam 30 menit, atau mulai pukul 12.00 WIB hingga pukul 23.30 WIB.

Sahid menuturkan, Mak Susi, dicecar 37 pertanyaan selama penyidikan. “Pemeriksaan seputar kegiatan tanggal 14 sampai 15, 16, 17 dan masalah bendera yang patah. Terus, tanggal 16 hari Jumat pukul 13.00 kejadiannya kan di situ,” jelasnya.

Menurut Sahid, kliennya ditetapkan sebagai tersangka dengan sangkaan pasal 45A atau jo pasal 28 ayat 2 atas ujaran kebencian atau menyebarkan berita bohong. “Jadi pasal sesuai panggilan,” imbuhnya.

Tersangka Mak Susi, sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka atas perannya sebagai korlap. Ia disebut aktif mengumpulkan massa dan menyebarkan informasi hoaks ke sejumlah whatsapp group. Massa kemudian berkumpul di Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan dan disitulah terjadi gesekan.

Akibat kerusuhan di Surabaya tersebut, merembet kerusuhan di Manokwari, Papua Barat, Senin (19/8) lalu. Massa membakar Gedung DPRD Manokwari dan beberapa fasilitas umum. Tak hanya di Manokwari, unjuk rasa juga terjadi di Jayapura, Papua.

Kedua aksi ini ditengarai akibat kemarahan masyarakat Papua sebagai buntut dari peristiwa yang dialami mahasiswa asal Papua di Surabaya dan Malang, serta Semarang Jawa Tengah/Jateng beberapa waktu lalu. (ton)