Surabaya, (bisnissurabaya.com)- Taman Makam Pahlawan/TMP 10 November Surabaya merupakan tempat pejuang Arek-arek Suroboyo dimakamkan. Biasanya, pemakaman yang sering kita temui terkesan horor. Namun, berbeda dengan TMP di kawasan Mayjen Sungkono Surabaya sangat terawat dengan baik.

TMP 10 November memiliki 13 petugas kebersihan. Mereka membagi jadwal siapa yang bekerja pagi, siang, sore dan malam. Sehingga, makam selalu bersih dan selalu ada petugas yang berjaga setiap hari. Jadi, ketika ada pengunjung yang kesulitan bisa bertanya kepada petugas.

Hendi (foto/ayu)

Tempat bersejarah ini sudah ada sejak 1977.  “Tidak semua orang bisa dimakamkan di TMP. Hanya orang yang sudah memiliki gelar bintang gerilya,” kata Ketua Pengurus TMP 10 November Surabaya, Hendi, pada bisnissurabaya.com, Minggu (1/9) kemarin.

Yang menarik, kata dia, siapa saja boleh berkunjung ataupun berziarah di TMP ini. Setiap hari selalu ada pengunjung yang datang untuk berziarah. Tetapi, kebanyakan para peziarah datang saat hari-hari tertentu. Seperti, saat ramadhan, peringatan hari Pahlawan 10 November, dan Hari kemerdekaan 17 Agustus.

Sambil berkeliling TMP, pria tiga anak ini menjelaskan, saat ini tempat peristirahatan terakhir para pejuang berisi 3.362 pejuang yang meninggal dan di makamkan di sana. Hal itu, terlihat dari daftar nama yang diukir di batu besar. Tetapi, ada juga yang tanpa nama dikarenakan saat pejuang ditemukan tidak ada keluarga yang mengenali.

Hendi, yang sudah bekerja pada 1997 ini mengatakan sebagian pemakaman memiliki helm berwarna hijau yang ditemukan bersamaan saat evakuasi para pejuang. Ada juga yang tidak ada helm. (fania/ayu)