Surabaya, (bisnissurabaya.com)- Dataran tinggi Gunung Argopuro daerah kawasan perkebunan kopi yang dikembangkan PTPN XII. Keberadaan perkebunan tersebut tentu membawa dampak positif bagi kabupaten yang ada di sekitar gunung tersebut. Seperti, Situbondo, Jember, Bondowoso, dan Pobolinggo. Produksi kopi Arabica di Jember mencapai 10.000 ton per tahun.

Peluang usaha kopi ini ditangkap Mas Raharjo, warga Jember. Dia memproduksi kopi dengan citarasa  wine, honey, fullwash, dan natural. Ia mensuplai ke berbagai café di Jawa Timur/Jatim. Pria ini rajin mendatangi berbagai kota dan kabupaten untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang citarasa baru dari kopinya.

“Kopi dengan berbagai rasa baru seperti anggur dan madu, memberikan pemandangan baru dalam menikmati kopi,” kata pelaku usaha kopi, Mas Raharjo, kepada bisnissurabaya.com, pekan lalu.

Memang kopi dengan citarasa baru tersebut, membawa perubahan gaya hidup yang perlu dikembangkan. Kopi dengan citarasa baru sebaiknya dinikmati lebih dulu oleh orang di Indonesia selaku penghasil kopi. “Orang Indonesia berhak menikmati kopi yang berkelas dan bermutu tinggi,” jelas  penikmat kopi dari berbagai daerah ini.

Hingga saat ini kopi buatan Mas Raharjo, laris manis. Dia mematok Rp 50.000/ kilogram untuk greenbean, dan Rp 180.000/ kilogram untuk jenis Arabica. (nanang)